Technologue.id, Jakarta – Setelah Indosat Ooredoo menyelesaikan penataan ulang pita frekuensi radio 2,1 GHz-nya Februari lalu lebih dini, bulan ini XL Axiata menyusul capaian tersebut. Walaupun sama-sama selesai lebih cepat, tetapi XL mampu merampungkannya 16 hari dari waktu semula, yaitu 25 April 2018. Sedangkan Indosat “hanya” dua minggu lebih cepat.

XL sendiri sudah mulai proses penataan ulang frekuensi 2,1 GHz-nya pada 15 Januari 2018. Adalah jaringan di Papua, Maluku, dan Sulawesi yang jadi area penataan pertama mereka.

Baca juga:

XL Axiata Jaring 3.000 Pelanggan Baru di Daerah Susah Sinyal

- Advertisement -

Dalam penjelasannya pada redaksi (10/04/2018), Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D Yosetya, mengatakan pihaknya tak menemui kendala berarti selama proses eksekusi penataan ulang frekuensi. Alasannya, selain sudah punya tim teknis yang berpengalaman dari penataan spektrum 1,8 GHz lalu, refarming kali ini disebut jauh lebih sederhana. Di samping itu, mereka juga mengklaim kalau jaringan XL tetap beroperasi secara normal selama proses tersebut berlangsung.

Baca juga:

XL-Evercoss Luncurkan Smartphone di Bawah Sejuta, Gratis Nonton YouTube Setahun

Penataan ulang frekuensi yang lebih singkat ini akan membantu operator yang sudah beroperasi sejak Oktober 1996 itu dalam meningkatkan layanannya pada pelanggan, berkat penggunaan spektrum 4G yang lebih optimal. Hal ini pun sejalan dengan program pemerintah dalam memberikan layanan internet cepat pita lebar (broadband) yang lebih maksimal kepada masyarakat.

Baca juga:

Punya 100 Ribu BTS, XL Axiata Fasilitasi Warga dari Pulau Weh Sampai Jayapura

Sebelumnya, refarming ini juga dibarengi pula dengan penyediaan jaringan telekomunikasi USO di kawasan terpencil di empat provinsi. Dari inisiatif ini, XL mengklaim telah mendapatkan 3.000 pelanggan baru dari empat provinsi itu dalam tiga bulan saja, salah satunya adalah Nusa Tenggara Barat (NTB).