Technologue.id, Jakarta – Perusahaan pemesanan tiket online Loket.com memperluas bisnis industri hiburan ke ranah business-to-business (B2B), dari semula hanya fokus di business-to-customer (B2C).

Perusahaan yang diakuisisi oleh Go-Jek tahun lalu ini mengumumkan kerja sama dengan Bhinneka Bisnis, sebuah platform e-procurement yang memiliki 40 ribu pelanggan dari segmen B2B. Bentuk kerja sama ini sebagai bagian dari Loket Distribution Program (LDP) yang digagas oleh Loket.com untuk mewujudkan akses masyarakat Indonesia lebih luas pada industri hiburan.

LDP merupakan skema distribusi penjualan tiket yang disediakan Loket, untuk membangun jaringan dengan afiliasi secara online maupun offline. Adapun metode distribusinya, yaitu sistem terintegrasi API (application programming interface), agent dasboard, dan widget.

Baca juga:

Penuhi Kebutuhan Penyelenggara Event, “Anak” Go-Jek Luncurkan Loket.com

Rama Adrian, VP Consumer Solutions Loket, mengatakan bahwa dengan menggandeng Bhinneka, perusahaan ingin memberikan solusi dalam melayani market yang belum terangkat, dalam hal ini segmen korporasi.

“Selama ini kami sudah melayani segmen korporasi yang melakukan pembelian secara besar-besaran atau bulk purchase, namun semua itu dilakukan secara manual. Dengan menggandeng Bhinneka ini, sekarang by sistem bisa dibeli di Bhinneka Bisnis melalui situs b2b.id,” tutur Rama, di kantor pusat Go-Jek Indonesia, di Pasaraya Blok-M, Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Atas kerja sama tersebut, pelanggan Bhinneka Bisnis dapat mengakses langsung tiket pertunjukan untuk kebutuhan korporasi. Seperti outing kantor atau workshop melalui website Bhinneka Bisnis.

Baca juga:

Go-Jek Resmi Akuisisi LOKÉT, Apa Tujuannya?

Rama menjelaskan, tidak ada perbedaan ‘jatah’ tiket, baik untuk segmen end-user maupun korporasi. Selama persediaan tiket masih ada, kedua segmen tersebut bisa mengaksesnya. Berbeda dengan harga, di sini segmen korporasi lebih diuntungkan. Beberapa penyelenggara event memiliki variasi komisi atau margin bila dibeli dengan cara bulk.

“Apalagi nanti ada program bundling, secara pricing akan terlihat berbeda,” pungkasnya.

Ferryzal Zulkarnain, VP Service Bhinneka (Choiru Rizkia / Technologue.id)

Ditambahkan penjelasan Ferryzal Zulkarnain, VP Service Bhinneka, pelanggan dari sisi korporat memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda dibandingkan end-user. Mereka mempunyai pertimbangan khusus dalam pembelian tiket.

“B2B merupakan market yang besar. Mereka mempunyai bujet, sehingga sangat proper dari sisi budgeting, pengadaan, distribusi. Di sini, ada kebutuhan tiket yang harus di fullfil

Baca Juga:

Perluas Target Market, Go-Tix Luncurkan Layanan Versi Website

Kerja sama ini tidak terbatas pada tiket outing da MICE semata. Namun, akan dilanjutkan lini bisnis Bhinneka lainnya. Nantinya kerjasama ini diperluas pada segmen retail (B2C) Bhinneka.