Technologue.id, Jakarta – Peta persaingan vendor smartphone dalam kuartal kedua 2016 yang dipublikasikan oleh TrendForce sedikit menyudutkan Samsung. Walaupun masih memuncaki daftar produsen smartphone global, penjualan ponsel pabrik berumur 78 tahun itu terpantau menurun 5 persen dari Q1 2016, menjadi 77 juta unit saja. Padahal secara keseluruhan, ada peningkatan penjualan smartphone dunia, dari 289 juta ke 315 juta unit.

Samsung tampak masih bergantung pada Galaxy S7 dan S7 Edge. Penjualan duet flagship yang dirilis Maret 2016 memang tak terlalu mengecewakan, tetapi TrendForce mencatat kalau larisnya kedua ponsel itu lebih karena promosi yang terlalu getol dari Samsung, bukan alami dari menariknya produk tersebut.

Tongkat estafet untuk meningkatkan penjualan tampaknya akan segera diberikan pada Galaxy Note 7. Phablet yang dijadwalkan rilis 2 Agustus nanti itu ditargetkan mampu menjaring konsumen kelas atas. Sebab, Galaxy Note 7 sendiri rumornya dibekali dengan fitur yang cukup menarik perhatian belakangan, iris scanner.

Asalkan Samsung tak terlalu menghambur-hamburkan dananya seperti saat mempromosikan Galaxy S7 dan S7 Edge, ada kans lahirnya Galaxy Note 7 bakal kian mengukuhkan posisi vendor dari Korea Selatan itu di puncak klasemen brand smartphone top sedunia. Alasannya mudah saja, Galaxy Note 7 membawa fitur iris scanner yang benar-benar segar, sehingga pabrik ponsel lain pun membutuhkan waktu untuk meniru atau bahkan menyainginya. Di sisi lain, duet Galaxy S7 dan S7 Edge dari segi desain dan fitur tak jauh berbeda dengan pendahulunya, maka dari itu Samsung merasa perlu menyuntikkan dana lebih untuk sumber promosi.

Prediksi Anda, mampukah Galaxy Note 7 membubuhkan penjualan positif untuk Samsung?

 

Baca juga :

BUKTI PONSEL SAMSUNG SANGAT POPULER DI DUNIA

SAMSUNG GALAXY NOTE 7 MIRIP DENGAN YANG LAMA, TAPIā€¦

BOCOR SEBELUM RILIS, BEGINI DESAIN SAMSUNG GALAXY NOTE 7