Marak Kasus Phishing, Waspada Iming-iming Hadiah via Online

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Kasus phishing semakin marak terjadi. Merebaknya kasus phishing ini juga disebabkan dengan minimnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai hal ini. Sehingga acapkali masyarakat terjebak dengan tampilan situs palsu yang menyerupai situs resmi, atau dengan tawaran hadiah.

Istilah phishing memang tidak awam di telinga masyarakat Indonesia. Phising merupakan tindak memperoleh informasi pribadi seperti ID pengguna, PIN, nomor rekening bank, serta nomor kartu kredit dengan cara tidak sah. Informasi yang didapat ini biasanya akan digunakan pihak tidak bertanggung jawab untuk mengakses rekening, melakukan penipuan kartu kredit atau bahkan memandu nasabah untuk melakukan transfer ke rekening tertentu dengan iming-iming hadiah.

Baca Juga:
Instagram Bagikan Tips Lindungi Akun dari Phishing

“Perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dengan segala kemudahan dalam mengakses internet membuat kegiatan phishing ini sangat sering terjadi. Dibutuhkan kewaspadaan yang tinggi agar masyarakat tidak mudah terlena dalam memberikan informasi data di dunia siber ini,” ujar Nur Fitriana, Pengembang Teknologi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Apalagi di masa pandemik ini, dimana semua kegiatan pendidikan banyak dilakukan secara daring, menjadi lahan bagi para pelaku phishing ini. Nur Fitriana menjelaskan, pelaku menyasar orang tua, siswa bahkan guru yang masih minim dengan literasi digital.

“Kebanyakan mereka tergiur akan iming-iming hadiah, berupa kuota gratis atau potongan belanja online. Sehingga tanpa sadar mereka masuk ke situs-situs palsu dan memberikan data pribadi, yang mana merupakan salah satu modus dari phising ini,” imbuhnya.

Konten Creator Siberkreasi dan Cameo Project, Martin Anugrah pun turut menyampaikan pengalamannya mengenai phishing. Menurut Martin, phishing sering terjadi tanpa kita sadari.

“Phishing sering terjadi di grup-grup chatting seperti whatsapp, misalnya pengiriman pesan berantai ke 10 orang untuk mendapatkan hadiah dari sebuah brand. Dengan mengirimkan pesan tersebut tanpa kita sadari kita sudah menjadi pelaku phishing,” ungkap Martin.

Baca Juga:
Bantuan Bagi Yang Terdampak Pandemi, Kembali Menjadi Umpan Phishing Efektif

Sementara itu dari sisi platform, Dessy Sukendar, Policy Program Manager Facebook Indonesia mengatakan, Facebook telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan guna menghindari pengguna mengalami tindak kriminal siber phishing ini.

“Facebook, Instagram serta WhatsApp, kita sering memperbarui fitur-fitur yang membantu pengguna untuk tetap aman bersosial media. Facebook selalu mengecek secara teratur guna memastikan tidak ada akun-akun palsu yang melakukan tindakan phishing ini. Facebook dan Instagram juga memiliki fitur keamanan, seperti email from Instagram atau email from Facebook yang memastikan pengguna email resmi yang dikirimkan oleh platform,” ujar Dessy.

- Advertisement -

Latest News

Facebook Temukan Cara Identifikasi Konten Deepfake

Technologue.id, Jakarta - Facebook sukses menemukan cara untuk mengidentifikasi deepfake. Ini dilakukan dengan menggunkan software artificial intelligence (AI). Dilansir...

Peneliti Temukan Malware Baik Hati

Technologue.id, Jakarta - Laporan terbaru dari BleepingComputer dan SophosLab menyebut ada malware unik ditemukan. Berbeda dari malware kebanyakan, malware...

Vivo V21 Siap Rilis di Indonesia, Unggulkan Kamera Selfie 44MP

Technologue.id, Jakarta - Vivo V21 segera melantai di Indonesia. Peluncuran produk terbaru V-Series tersebut akan berlangsung pada tanggal 22 Juni 2021 mendatang.

Viral Gajah Dipaksa Kerja Tarik Kayu, Netizen: Dzalim!

Technologue.id, Jakarta - Video gajah yang bekerja keras menarik potongan kayu viral di media sosial. Video tersebut diunggah dibanyak akun, salah satunya...

Nokia Ramai Dibahas Netizen Twitter

Technologue.id, Jakarta - Nokia mendadak ramai dibicarakan oleh para netizen Twitter . Hal ini lantaran tersebarnya meme berbunyi "Apa merk hp lo...

Related Stories