Mengintip Infrastruktur SRE dan Arsitektur Multi Cloud Tokopedia

Technologue.id, Jakarta – Tokopedia kembali melanjutkan konferensi teknologi bertajuk Tokopedia START Summit Extension 2020. Bedanya kali ini, konferensi digelar secara digital melalui YouTube dan Tokopedia Play sehubungan dengan kondisi pandemi COVID-19.

Acara yang berlangsung Selasa, 21 Juli 2020, itu mengusung tema ‘The Fantastic Heroes of All Things Tech’, untuk membahas topik seputar bagaimana membangun budaya DevOps. Seluruh materi disampaikan langsung oleh empat orang engeneering leader di Tokopedia.

Ada dua tema yang diangkat di bulan Juli 2020 ini diantaranya Managing Infrastructure with an SRE Mindset dan How Tokopedia Works with a Multi Cloud Networks. Berikut penjelasannya:

Managing Infrastructure with an SRE Mindset

Sebagai e-commerce terbesar di Indonesia, Tokopedia mengandalkan berbagai produk pihak ketiga untuk menyelesaikan tumpukan teknologi mereka. Tim teknologi perlu mempertimbangkan sejumlah aspek berbeda dari tumpukan teknologi perusahaan, termasuk infrastruktur komputer, penyimpanan, pengembangan pipa, keamanan, dan lain-lain.

Dijelaskan Prima Adi, Senior Software Engineer Cloud Platform Tokopedia, ada beberapa implementasi teknologi yang diadopsi oleh Tokopedia untuk membantu mereka me-manage infrastruktur by SRE (Site Reability Engineering) Mindset. Dalam hal ini perusahaan mengadopsi GitOps, autoscale automation, Kubernetes deployment dan Canary manager, serta variasi tools.

“Jadi software-software engineer yang mendesain bagaimana sih operation things bekerja,” kata Prima.

GitOps menyelesaikan banyak masalah yang menyangkut manual creation resource. Sebelum ada GitOps, semua resource dibikin secara manual seperti VM, SLB, Subnet, dll sehingga sedikit dokumentasi. Namun berkat GitOps, maka seluruh dokumentasi akan di-create karena resource dikontrol dari Git.

Keunggulan dari GitOps, disebutkan Prima, diantaranya mengelola modul dan file Terraform, melakukan review sesuai standarisasi, hingga menerapkan Terraform file.

Tim engineering Tokopedia sendiri memanfaatkan tiga tools GitOps antara lain Terraform untuk resource management, Terragrunt untuk membantu Terraform, dan Atlantis.

Selain itu, untuk mengatur ratusan service dan saat trafik sedang tinggi, perusahaan perlu melakukan virtual machine (vm) auto-scaling. Tiga tools yang dipakai untuk vm auto scaling diantaranya Ansible, Packer, dan Jenkins.

“Dengan pakai Packer dan auto scaling ini, kita bisa ensure bahwa semuanya same things at deploy every time,” ujar Bayu Rizky, Senior Software Engineer Cloud Platform Tokopedia.

Sementara itu, variasi tool yang digunakan juga oleh Tokopedia diantaranya Prometheus + Thanos + Grafana, LVS disk management, Packetbeat + es + kibana DNS monitoring.

Baca Juga:
Bedah Cara Bikin Aplikasi dan Open API di Tokopedia START Summit 2020

How Tokopedia Works with a Multi Cloud Networks

Setelah sesi pertama usai, sesi kedua START Summit Extension 2020 bulan Juli dilanjutkan dengan pembahasan bagaimana Tokopedia beroperasi menggunakan arsitektur multi cloud.

Multi cloud adalah strategi yang menggunakan dua atau lebih penyedia cloud yang berbeda untuk mendukung satu atau beberapa aplikasi yang perusahaan miliki. Dengan lebih banyak opsi muncul kemampuan untuk berinvestasi dalam transformasi digital tanpa terjebak ke dalam satu layanan tunggal atau mengeluarkan modal yang besar.

“Tokopedia tidak mau ketergantungan dengan satu cloud provider saja, karena kita mau memberi kesempatan ke semua provider. Kita juga melihat satu provider itu punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, jadi kita mau memaksimalkan potensi dari masing-masing provider tersebut,” tutur Denny Ernesjz, Lead Software Engineer Cloud Platform Tokopedia.

Namun Denny menjelaskan, tidak mudah mengelola multi cloud. Pasalnya, mereka harus mengatur banyak vendor cloud dengan spesifikasi yang saling berbeda satu sama lain.

“Misalnya cloud A menggunakan spec sets A, sementara cloud B menggunakan spec sets B. Mungkin console-nya beda, API-nya beda. Jadi kita butuh skill sets yang berbeda untuk masing-masing vendor,” ungkapnya.

Selain itu, perusahaan juga perlu melakukan cost tracking untuk pembiayaan beberapa cloud provider. Tokopedia mengaku mempunyai central cost tracking untuk visibilitas dari penggunaan layanan multi cloud.

Beberapa divisi cloud yang digunakan oleh Tokopedia diantaranya:

  • Public cloud-A: Transactional services
  • Public cloud-B: Analytics, Machine Learning, Multimedia services
  • Public cloud-C: Backend services
  • Private cloud: Partner connections dengan bank.

Arsitektur multi cloud ini dihubungkan oleh sistem interconnect yang disebut Private link partner. Komponen yang dibutuhkan untuk menghubungkan multi cloud antara lain Virtual Private Cloud (VPC), Router/gateway, dan Intercloud connectivity (IPSec VPN dan interconnect).

Andrew Jaya Efendy, Distinguished Engineer Tokopedia, mengatakan bahwa perlu memastikan di awal proses submit VPC antar cloud tidak saling bertabrakan. Untuk menghubungkan tiga cloud berbeda ini, Andrew menyarankan bisa menggunakan rekomendasi dari masing-masing cloud provider.

“Tergantung dari service-nya, apakah managed service atau self-service. Kalau self-service, kita bisa bikin portal sendiri nanti dari partner interconnect tersebut untuk membuat virtual connection. Dari situ, kita bisa bikin satu router dan kita bisa setup sendiri. Setelah kita setup, kita bisa menghubungkan ke tiga cloud tersebut,” kata Andrew.

Latest News

Ada Bug, Fleets Twitter Bisa Dilihat Meski Sudah Kadaluwarsa

Technologue.id, Jakarta - Fitur baru Twitter, Fleets dikabarkan mengalami bug. Mengakibatkan konten yang semestinya menghilang setelah 24 jam, kini bertahan lebih dari...

Pesta di Rumah Bos UBER Tanpa Masker!

Technologue.id, Jakarta - CEO Uber, Travis Kalanick, dilaporkan menggelar pesta dalam ruangan besar meski tengah pandemi. Pesta yang berlangsung di penthouse Kalanick...

Seorang Ibu Dikecam Lantaran Beri Makan Bayi dengan Nasi Daging

Technologue.id, Jakarta - Seorang ibu di Amerika Serikat dikecam netizen lantaran memberikan makanan yang tak wajar untuk putrinya. Mereka bahkan mengancam untuk...

Review Oppo Watch 41 mm (Wi-Fi): Tampil Menawan dengan Desain Stylish

Technologue.id, Jakarta - Oppo yang selama ini dikenal sebagai produsen smartphone yang fokus menyajikan fitur kamera, kini mulai melakukan berbagai diversifikasi produk....

Kongregate Ambil Alih Tiga Game Mobile Disney pada 2021

Technologue.id, Jakarta - Kongregate umumkan bahwa mereka akan bawa tiga game mobile Disney ke daftar game gratis. Game yang sudah ada sebelumnya...

Related Stories