Microsoft Edge Bikin Satu Langkah Besar, Sudah Bisa Dekati Google Chrome?

Microsoft Edge Bikin Satu Langkah Besar, Sudah Bisa Dekati Google Chrome?
Microsoft Edge (source: Microsoft)

Technologue.id, Jakarta – Di antara browser yang ada di dunia ini, Microsoft Edge memang tergolong pemain baru. Kendati Microsoft sudah punya peramban legendaris, yang tak lain dan tak bukan adalah Internet Explorer, kehadiran Edge 2015 lalu cukup diantisipasi karena bersamaan dengan lahirnya OS terbaru mereka, Windows 10.

Nah, 2 tahun berkiprah, Microsoft Edge belum lama ini mendapatkan update penting. Kini, browser berlogo “E” yang tampak lebih futuristik ketimbang Internet Explorer itu sudah mendukung 70 ekstensi dan telah tersedia di Windows Store. Kebanyakan dari ekstensi Edge bersifat gratis.

Microsoft Edge Bikin Satu Langkah Besar, Sudah Bisa Dekati Google Chrome?
Ekstensi yang kini tersedia di Microsoft Edge sebanyak 70 buah (source: VentureBeat.com)

Baca juga:

Oppo F3 Pas Buat Anda Penggila Mobile Game, Ini Alasannya!

Melansir VentureBeat (29/09/17), jumlah ini sudah bertambah lebih banyak dari tahun lalu. Saat itu, Edge hanya punya 13 extension: AdBlock, Adblock Plus, Amazon Assistant, Evernote Web Clipper, LastPass, Mouse Gestures, Office Online, OneNote Web Clipper, Page Analyzer, Pinterest Save Button, Reddit Enhancement Suite, Save to Pocket, dan Translator for Microsoft Edge.

Baca juga:

Oppo F3 Pas Buat Anda Penggila Mobile Game, Ini Alasannya!

Namun, apakah langkah besar Microsoft Edge ini sudah mampu membuat mereka bersaing dengan browser ternama? Sepertinya belum. Sebab, Google Chrome yang dikenal sebagai peramban populer di dunia punya ekstensi yang jauh lebih banyak.

Bayangkan, ketika baru mulai menyediakan fitur extension pada 2009 atau setahun setelah Chrome dirilis resmi, Google membekali peramban itu dengan lebih dari 300 extension. Pada 2011, extension gallery Chrome sudah melebihi 11.500.

Baca juga:

Oppo F3 Pas Buat Anda Penggila Mobile Game, Ini Alasannya!

Akan tetapi, Microsoft bukannya tanpa alasan dalam menyuplai user dengan 70 ekstensi ini. “Karena ekstensi sangat mempengaruhi browser, kami pun harus menyesuaikannya dengan keamanan, performa, dan keandalan Microsoft Edge sendiri ketika ekstensi tersebut dijalankan,” begitu kilah Microsoft.