Baca juga:
Facebook Bisa Rekam Pembicaraan Telepon Anda? Ini Respons Zuckerberg
Melansir BusinessInsider.com (20/05/2018), waktu yang dihabiskan oleh netizen Negeri Paman Sam juga naik menjadi di atas 30 menit. Jumlah itu memastikan kalau active user mereka terus naik dari kuartal terakhir 2017. [caption id="attachment_33359" align="alignnone" width="673"]
Data pengguna Facebook di AS meningkat pasca skandal dengan Cambridge Analytica (source: comScore)[/caption]
Baca juga:
Jomlo Wajib Tahu, Facebook Hadirkan Fitur Cari Jodoh
Data ini seakan menangkal survei Ponemon Institute terhadap sekitar 3.000 orang April lalu. Terkait kampanye #DeleteFacebook, banyak responden Ponemon Institute yang mengungkapkan kemarahannya dan ingin Facebook mendapat hukuman atas kelalaiannya. [caption id="attachment_33358" align="alignnone" width="673"]
Data responden terkait kewajiban Facebook memberi kompensasi apabila data mereka diretas (source: Ponemon Institute)[/caption]
Contohnya, 35 persen dan 31 persen responden sangat setuju dan setuju kalau Facebook harus memberi kompensasi apabila data pribadi mereka dicuri atau hilang pasca kasus kebocoran data itu. Persentase itu jauh lebih tinggi dibandingkan yang tak setuju dan sangat tidak setuju yang masing-masingnya hanya 15 persen dan 7 persen.
Baca juga:
Perusahaan yang Manfaatkan Data User Facebook Tutup, Karena Bangkrut?
Anda sendiri, masihkah aktif di Facebook pasca jutaan data penggunanya (termasuk dari Indonesia) jatuh ke pihak ketiga?