Technologue.id, Jakarta – Iran dilaporkan menembakan rudal ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) pada Selasa malam (7/1/2020) waktu setempat. Serangan yang diklaim Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif sebagai aksi bela diri ini berhasil menjadi sorotan netizen dunia hingga menjadi trending Twitter dengan hashtag #IranvsUSA.

Berdasarkan pantauan Technologue.id pada Rabu (8/1/2020) pukul 14.31, #IranvsUSA berhasil bertengger diperingkat ke empat dengan jumlah cuitan mencapai 738K. Sebelumnya beberapa hari lalu #WWIII juga sempat berada di puncak daftar trending topik Twitter.

Baca Juga:
Presiden Terbang ke Natuna, Netizen Heboh

Serangan yang dilancarkan kedua negara tersebut memicu kekhawatiran dan simpati warga dunia. Seperti akun @AlphaAlphaKazmi, pada cuitannya ia berdoa untuk kebaikan kemanusiaan dan kebaikan bumi terkait kebakaran hutan di Australia.

Akun @csthakur_7 menuangkan kesedihannya dan memperingatkan bahwa perang bukanlah guyonan, tetapi kehancuran.

Baca Juga:
Ini Dia Drone Pembunuh Jenderal Iran

Kemudian ada akun Twitter @insanebuddy_aj yang mengatakan “Memahami bahwa kedua politisi tidak akan rugi dalam pertempuran ini. Hanya orang-orang yang tidak bersalah akan membayar untuk ini.”

Dalam cuitan lain, akun Twitter @ArbiPrajwal mengatakan bahwa perang bukanlah konten hiburan, ia juga mengaku menangis melihat apa yang terjadi. “Tidak ada satu presiden pun yang akan mati karena perang, penduduk sipil lah yang akan mati”, lanjutnya.

Kemudian netizen lain dengan akun @SaeedAn61146489 memposting tulisan, “Kami mencintai orang Amerika tetapi kami membenci presiden Anda.” Sementara itu, Trump berani mengatakan SEMUA BAIK.”

Serangan yang dilancarkan Iran merupakan buntut dari serangan Amerika yang berhasil membunuh jenderal Iran Qasem Soleimani di Bandara Internasional Baghdad.

Baca Juga:
Viral, WNI di Inggris Masuk Trending Topic Twitter

Dalam pernyataan yang dikutip dari Reuters, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengutuk keras tindakan AS. Dirinya menyatakan bahwa Iran tidak takut untuk membalas AS. “AS bertanggung jawab atas semua konsekuensi dari keputusan jahatnya,” tegasnya

Hingga saat ini belum banyak informasi mengenai korban jiwa atau kerusakan yang terjadi di pangkalan militer AS.