Technologue.id, Jakarta – Media sosial belakangan menjadi sorotan banyak pihak. Sebab, di platform seperti Facebook dan Twitter itulah upaya penyebaran ideologi terorisme hingga provokasi bertebaran, baik dalam bentuk gambar, video, hingga teks.

Facebook tak tinggal diam. Lewat blog resminya (15/06/17), perusahaan yang didirikan oleh Mark Zuckerberg itu menyatakan sedang berupaya menekan penyebaran konten bikinan para ekstremis di platformnya. Lewat artificial intelligence (AI), mereka ingin menemukan konten yang dirasa berbahaya itu, lalu menghapusnya sebelum dikonsumsi oleh netizen lain.

Tool yang digagas Facebook itu akan mencoba langsung memblokir konten yang hendak diunggah penggunanya, sehingga tidak sampai beredar. Teknisnya, apabila ada user yang ingin mengunggah sebuah konten atau status yang sebelumnya telah ditandai dan dihapus, maka sistem akan secara otomatis menggagalkan proses pengunggahannya.

Di samping itu, Facebook juga membocorkan kalau pihaknya sedang mengembangkan sistem untuk memberedel aktivitas teroris di platform miliknya, termasuk Messenger, WhatsApp, dan Instagram.

Medsos berumur 13 tahun itu juga sebenarnya telah menghapus banyak akun yang dinilai terkait dengan terorisme. Namun, jurus tersebut seperti dirasa kurang karena bisa jadi konten yang diunggah oleh akun yang telah di-banned itu masih bisa diunggah dan disebar ulang oleh beberapa dari 1,9 miliar lebih pemakai Facebook.

 

Baca juga:

Facebook Bikin Aplikasi Chat untuk Kaum Millenials

Facebook Buka Lowongan untuk 3.000 Orang, Kerjaannya Cuma Lihat Video!

Angkatan Laut Amerika Ketahuan Berbagi Foto Porno di Facebook