Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Pandemi Covid-19 Picu Perusahaan Migrasi ke Cloud
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Amazon Web Services (AWS) memprediksi bahwa dalam jangka waktu 10-15 tahun ke depan mayoritas perusahaan pada akhirnya akan bermigrasi ke cloud. Terlebih lagi, situasi pandemi COVID-19 telah mendorong semakin banyak perusahaan membangun atau berpindah ke infrastruktur cloud.

Andy Jassy, CEO AWS, menjelaskan alasan perusahaan melakukan migrasi ini dipengaruhi oleh keunggulan cloud computing yang bisa diadopsi dalam segala situasi bisnis.

"Teknologi cloud memiliki keunggulan elastisitas yang memampukan perusahaan beradaptasi terhadap situasi yang sangat dinamis – baik pada saat bisnis sedang berada di puncak (membutuhkan kapasitas yang besar) maupun ketika bisnis sedang relatif lebih lesu," tutur Jassy.

Baca Juga:
AWS: Meski Pandemi, Pembangunan Pusat Data di Indonesia Tetap Sesuai Jadwal

Sebagai salah satu contoh gambaran, Paul Chen Head of Solutions Architect, ASEAN, AWS menyebutkan Simak Online yang merupakan salah satu pelanggan startup AWS di bidang teknologi pendidikan.

Selama pandemi, Simak Online dapat melakukan scaling up dengan cepat dan melayani hingga 45 ribu pengguna pada saat bersamaan per jamnya.

Sejak awal Maret, Simak Online sanggup melayani 100 sekolah baru, menyediakan 2,3 juta ujian baru, 600 ribu soal ujian, dan 1,5 juta pekerjaan rumah yang telah diselesaikan.

Baca Juga:
AWS: Pandemi, Pelaku Usaha Butuh Server yang Lebih Baik

Chen menekankan, untuk tahun mendatang, pelanggan-pelanggan AWS sedang melakukan penghematan biaya sambil mengantisipasi perubahan.

Di satu sisi, mereka dapat memotong biaya TI karena penggunaan cloud yang bersifat pay-per-use, yang artinya pengembang hanya akan dikenakan biaya sesuai pemakaiannya. Tetapi di sisi lain, infrastruktur yang mereka miliki, serta sumber pemasukan dan juga model operasional baru, telah menyiapkan mereka untuk menyongsong setiap perubahan yang akan muncul di depan.

"2021 akan seperti apa? Kita tidak tahu masa depan, kita tidak dapat mengendalikannya, tetapi kita dapat mengendalikan bagaimana kita bisa bereaksi terhadap berbagai situasi," ungkap Paul Chen.

SHARE:

Blue Origin Bakal Luncurkan Roket New Shepard ke Luar Angkasa

Jangan Abai, Ketahui Waktu yang Tepat untuk Mengganti Kampas Rem