Technologue.id, Jakarta – Smartphone CEO Amazon, Jeff Bezos, menjadi sasaran peretasan melalui WhatsApp. Tidak disangka, dalang kejadian ini adalah Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman.

The Guardian (21/1/2020), melaporkan bahwa sebuah analisis forensik digital menunjukkan pencurian data dari ponsel miliarder kenamaan Amerika Serikat tersebut pada tahun 2018.

Menurut laporan itu, Bezos dan pangeran Saudi saling bertukaran nomor WhatsApp. Setelah itu, pangeran Mohammad bin Salman mengirim file video bervirus, diduga spyware Pegasus. Namun, The Guardian tidak mengetahui data apa yang diekstrak dari ponsel Bezos.

“Laporan media baru-baru ini menunjukkan bahwa Kerajaan (Arab Saudi) berada di balik peretasan ponsel Mr. Jeff Bezos tidak masuk akal,” ungkap Guardian.

Baca Juga:
Jenderalnya Dihajar, Hacker Iran Retas Situs Pemerintahan AS

Laporan pelanggaran data pribadi ini muncul sekitar setahun setelah Bezos dan istrinya, MacKenzie, mengumumkan akan bercerai. Saat itu, tabloid AS National Enquirer mengungkapkan perselingkuhan di luar nikah antara Bezos dan Lauren Sanchez, seorang mantan presenter televisi, dalam serangkaian laporan berdasarkan pesan teks bernada vulgar yang dikirimkan oleh Bezos.

Bezos kemudian menerbitkan postingan blog yang menuding tabloid itu mengancam akan mempublikasikan pesan teks dan foto yang lebih memalukan, kecuali dia secara terbuka menegaskan bahwa tidak ada motivasi politik di balik pemberitaan ini.

Gavin de Becker, seorang konsultan keamanan untuk Bezos, kemudian mengutarakan keyakinannya bahwa pemerintah Arab Saudi telah mengakses ponsel Bezos sebelum National Enquirer mengungkap perselingkuhannya.

Meski demikian, De Becker tidak memberikan bukti langsung untuk mendukung klaimnya, yang disebut terungkap oleh penyelidiknya dan beberapa ahli.

Baca Juga:
Langganan Amazon Prime Bisa Bayar Pakai Pulsa Tri

De Becker juga menyebutkan hubungan bisnis yang dijalin antara Enquirer dengan pihak Saudi, serta liputan tentang kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi oleh surat kabar Washington Post yang dimiliki Bezos, sebagai alasan mengapa bin Salman mungkin berusaha untuk merugikan Bezos.

Surat kabar itu tahun lalu melaporkan bahwa Central Intelligence Agency (CIA) telah mengkaitkan sang putra mahkota dengan pembunuhan Khashoggi yang terjadi pada 2018.

De Becker sendiri menolak mengomentari laporan The Guardian, di luar pernyataannya tahun lalu yang diunggah di laman berita The Daily Beast. Kedutaan besar Arab Saudi juga belum menanggapi laporan ini.