Technologue.id, Jakarta – Wally Funk, pilot legendaris asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai pelopor penerbangan sekaligus mantan pemegang rekor orang tertua yang pernah terbang ke luar angkasa, meninggal dunia pada usia 87 tahun. Funk mengembuskan napas terakhirnya pada 8 Juli di kediamannya di Grapevine, Texas, sebagaimana dilaporkan The New York Times.

Kepergian Funk menandai berakhirnya perjalanan hidup salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah penerbangan dan eksplorasi antariksa. Meski sempat ditolak menjadi astronaut NASA, ia akhirnya berhasil mewujudkan impian terbang ke luar angkasa setelah menunggu lebih dari enam dekade.

Perjalanan Funk menuju luar angkasa dimulai sejak awal 1960-an ketika ia mengikuti Program Wanita di Luar Angkasa. Bersama 12 perempuan lainnya yang kemudian dikenal sebagai Mercury 13, Funk menjalani serangkaian tes fisik dan mental yang sama beratnya dengan yang dihadapi para anggota Mercury Seven.

Sebagai peserta termuda, Funk berhasil menempati peringkat ketiga dari seluruh kandidat dan menjadi satu-satunya anggota Mercury 13 yang lulus seluruh rangkaian pengujian. Namun, meski para astronaut Mercury Seven seperti John Glenn dan Alan Shepard akhirnya diterbangkan ke luar angkasa, tidak satu pun anggota Mercury 13 diterima sebagai astronaut NASA.

Ketika NASA mulai membuka kesempatan bagi perempuan untuk menjadi astronaut pada 1978, Funk kembali mengajukan lamaran beberapa kali. Sayangnya, usahanya kembali tidak membuahkan hasil.

Impian tersebut baru terwujud pada tahun 2021 saat Blue Origin menerbangkannya dalam misi berawak perdana wahana New Shepard. Saat itu Funk berusia 82 tahun dan resmi menjadi orang tertua yang pernah melakukan perjalanan ke luar angkasa, memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang John Glenn selama 23 tahun.

Rekor tersebut kemudian dipecahkan beberapa bulan setelahnya oleh aktor William Shatner yang terbang ke luar angkasa pada usia 90 tahun. Pada 2024, rekor itu kembali berpindah tangan kepada Ed Dwight, yang berusia beberapa minggu lebih tua daripada Shatner saat menjalani penerbangan antariksa.

Di luar pencapaiannya di bidang antariksa, Funk juga memiliki karier panjang di dunia penerbangan. Setelah menjadi pilot profesional pada 1957, ia mengumpulkan lebih dari 19.600 jam terbang dan melatih ribuan orang untuk menjadi pilot.

Ia juga mencatatkan sejumlah tonggak sejarah penting, termasuk menjadi inspektur wanita pertama di Administrasi Penerbangan Federal (FAA) serta wanita pertama yang bertugas sebagai penyelidik keselamatan udara di Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB).

Dedikasinya terhadap dunia penerbangan membuat Funk menerima berbagai penghargaan sepanjang hidupnya. Pada 1995, ia resmi dilantik ke dalam Women in Aviation International Pioneer Hall of Fame, sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam membuka jalan bagi generasi perempuan di industri penerbangan dan antariksa.