Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Pemilik Wuling Cortez Curhat di Instagram, Mobilnya Banyak Masalah
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Wuling hadir di Indonesia untuk memberikan pilihan kendaraan kepada masyarakat dengan harga yang terjangkau. Salah satunya Wuling Cortez yang dibanderol kurang dari Rp250 juta dengan sejumlah fitur canggih.

Namun, ada pemilik Wuling Cortez yang mengeluhkan mobil tersebut memiliki banyak masalah seperti rack steer rusak. Padalah, mobil tersebut datang dalam kondiri baru.

Baca Juga:
Resmi Dijual di Indonesia, Segini Harga 2 Mobil Andalan GWM

"Dari awal mobil datang, rack steer sudah rusak. Awalnya radius putar kiri dengan kanan berbeda dan menurut head mekanik bengkel Wuling di Surabaya itu wajar," keluh @uknowhugo di Instagram pribadinya.

Pria tersebut juga mengaku sudah tiga kali mengganti rack steer, namun hasilnya sama saja. Bahkan, pergantian yang terakhir, steer terasa seperti Isuzu Panther lawas.

"Ganti rack steer karena nyoba. Setelah diganti, setirnya nggak bisa firm, jadi ada jarak kosongnya macam setir Panther lawas," katanya.

Tak hanya itu, dalam postingan videonya, pria bernama Hugo tersebut mengatakan captain seat dibaris kedua sangat tidak nyaman. Apalagi saat duduk dalam keadaan perjalanan jauh.

"Waktu aku duduk di kursi tengah untuk waktu perjalanan sekitar 2 jam, ternyata nggak senyaman itu. Kalau kursinya agak ditidurkan, jadi berasa aneh dan bikin sakit pinggang seperti tertekan," katanya lagi.

Baca Juga:
All New Honda Accord RS e:HEV Dapat Nilai Terbaik Uji Keselamatan

Terakhir, pria itu juga mengeluhkan tuas transmisi yang bermasalah. Setelah diganti, masalah tersebut masih saja terjadi.

"Aku juga ganti tuas transmisi. Aku uber-uber barangnya soalnya nggak ada kabar alias di ghosting oleh SA bengkel. Padahal aku nanya baik-baik via chat WA dan setelah diganti, ternyata masih sama saja," tukasnya.

SHARE:

Deretan Perempuan Punya Andil Besar dalam Pengembangan Teknologi

Free Fire Terancam Diblokir, PBESI Sarankan Batasan Usia Mengakses Game