Technologue.id, Jakarta – Kondisi keuangan Samsung makin memburuk di kuartal pertama tahun ini. Laba operasi di Q1 2019 turun drastis hingga 60 persen dari tahun sebelumnya. Hal ini menjadi kuartal paling buruk bagi Samsung selama dua tahun terakhir.

Dampak dari persaingan di pasar smartphone yang semakin ketat mempengaruhi penjualan smartphone Samsung kian anjlok, begitu pula dengan chip memori dan layar smartphone mereka, menurut laporan Reuters (5/4/2019).

Baca Juga:
Samsung Luncurkan Tablet Pertama dengan Bixby 2.0

Produsen smartphone dan chip memori terbesar di dunia itu mengatakan, dalam laporan laba Januari-Maret, total pemasukan berjumlah 6,2 triliun won atau Rp77,8 triliun, angka itu menurun dari angka 15,64 triliun won Korea atau sekitar Rp195,2 triliun pada kuartal pertama 2018.

- Advertisement -

Pendapatan perusahaan di tiga bulan awal tahun ini meleset dari dugaan analis. Sebelumnya dilaporkan Refinitiv SmartEstima, analis memberikan estimasi pendapatan Samsung akan mengantongi 6,8 triliun won atau sekitar Rp83,9 triliun.

Pada Januari, Samsung juga mengumumkan penurunan laba operasi pada kuartal keempat 2018 sebesar 28 persen.

Secara keseluruhan, Samsung diperkirakan juga akan mengalami penurunan pendapatan hingga 14,1 persen dibandingkan tahun lalu.

Angka ini sesuai dengan prediksi Samsung pada awal bulan ini. Ketika itu, mereka memperingatkan investor bahwa pendapatan mereka akan menurun drastis.

Baca Juga:
Qualcomm dan Samsung Kompak Tak Jual Modem 5G ke Apple

Samsung memahami penurunan pendapatan ini disebabkan oleh melambatnya permintaan untuk panel display yang digunakan dalam iPhone Apple.

“Di kuartal kedua, harga chip memori akan mengalami soft landing, sehingga penurunan akan melambat, dan rilis iPhone baru kelihatannya merupakan pertanda baik untuk layar dan chip memori Samsung,” kata Kim Yang-jae, seorang analis di KTB Investment and Securities.

Sementara itu, smartphone Samsung Galaxy dari segmen premium juga harus berjuang keras untuk menyumbang keuntungan bagi perusahaan. Pasalnya Samsung telah meningkatkan biaya inovasi untuk produksi line up tersebut.