Technologue.id, Jakarta – iPhone X sejatinya bukanlah smartphone biasa. Dikeluarkan di tahun 2017 atau tepat 10 tahun setelah iPhone perdana lahir, gawai 5,8 inci itu punya kelebihan dibandingkan iPhone-iPhone sebelumnya, seperti dual-camera dengan OIS serta bodi bezel-less.

Namun, ada satu masalah yang berpotensi menghambat penetrasi iPhone X di tengah masyarakat, yakni banderolnya yang terlampau tinggi. Gara-gara ini, sejumlah analis memperkirakan demand iPhone X di pasaran global secara garis besar tergolong lemah.

Baca juga:

Diskon Rp10 Juta, iPhone X 64GB di Sini Cuma Rp7.999.000!

- Advertisement -

Dikutip dari VentureBeat.com (26/12/2017), JL Warren Capital, misalnya, memprediksi kalau hanya 25 juta unit iPhone X yang terjual di antara bulan November saat pertama kali iPhone X masuk pasaran sampai tiga bulan ke depannya. Pun dengan broker Tiongkok, Sinolink Securities yang pesimistis dengan sepak terjang iPhone X karena price tag yang ketinggian dan tingkat produksi yang rendah.

Di sisi lain, ada juga pihak yang yakin iPhone X bisa bicara banyak. Loop Capital, perusahaan analis asal Chicago, menduga Apple bakalan mampu menjual 40 sampai 45 juta unit iPhone X pada Q1 2018. Para analis dari Jefferies turut melempar prediksi yang tak jauh berbeda, yaitu 40 jutaan unit.

Baca juga:

Ini Daftar Harga iPhone 8 dan iPhone X Resmi di Indonesia

Rumornya, Apple sendiri juga tak percaya diri dengan iPhone X. Sempat yakin penjualan kuartal perdananya mencapai 50 juta unit, konon raksasa Cupertino itu memangkas targetnya menjadi 30 juta saja.

Baca juga:

Smartfren Boyong iPhone X ke Indonesia Pertama Kali, Pembeli Antusias

Lalu, bagaimana Apple menanggapi prediksi-prediksi dari para pengamat dan analis pasar ini? Dari sumber yang redaksi kutip, perusahaan yang dinakhodai Tim cook itu menolak mengomentari rumor market. Akan tetapi, Tim Cook selaku CEO bulan ini sempat membalas ramalan miring tentang penjualan iPhone X dengan mengaku puas terhadap demand ponsel premium itu di negaranya.