Baca juga:
Akhirnya, Twitter Raih Untung untuk Pertama Kalinya
Untuk lebih mengamankan Twitter dan mengurangi peredaran spam, Jack Dorsey bersama jajarannya kini tak lagi mengizinkan aktivitas bersamaan dari banyak akun pada TweetDeck. Aturan ini berlaku baik untuk tweet yang dikirimkan secara bersamaan maupun yang dijadwalkan.Baca juga:
280 Karakter di Twitter Dinilai Mubazir
Twitter hanya menyarankan agar konten asli di-retweet oleh akun-akun lainnya, yang tentu saja tanpa menggunakan otomasi retweet. Adapun aktivitas yang dilarang lainnya, yakni secara bersamaan me-like atau mem-follow menggunakan multi-akun. Strategi ini sejatinya sudah mereka umumkan dari Januari lalu, yang dilatarbelakangi oleh fenomena panasnya Twitter saat pemilihan presiden di Amerika Serikat dan di beberapa negara lain.Baca juga:
Twitter Tak Lagi Sediakan Aplikasi Desktop untuk Platform Mac
Sebelumnya pada Oktober 2017, Twitter sudah mencanangkan timeline kerja untuk menuntaskan pekerjaan rumahnya sekaligus tuntutan yang dilayangkan pengguna setianya. Sampai bulan Januari 2018 lalu, misalnya, Twitter berupaya memerangi konten terorisme di platformnya.