Technologue.id, Jakarta – NVIDIA mengumumkan rencana akuisisi Hugging Face dengan nilai kesepakatan mencapai US$12,93 miliar. Jika mendapat persetujuan regulator, langkah ini berpotensi memperkuat posisi NVIDIA di dua sektor sekaligus, yakni perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) kecerdasan buatan (AI).

CEO NVIDIA, Jensen Huang, mengatakan perusahaan akan mengembangkan skala platform Hugging Face, memperkuat infrastrukturnya, sekaligus memperluas akses terhadap teknologi AI.

Huang memastikan Hugging Face akan tetap menjadi platform terbuka bagi seluruh ekosistem AI. Menurutnya, pengguna juga tidak akan diwajibkan menggunakan produk NVIDIA ketika memanfaatkan platform tersebut.

Hugging Face dikenal sebagai platform yang berfokus pada pengembangan AI, khususnya model-model open source. Platform ini kerap dianalogikan sebagai GitHub untuk AI karena memungkinkan pengembang berbagi, menemukan, menguji, dan mengembangkan berbagai model AI secara terbuka.

Popularitas Hugging Face meningkat pesat sejak tren AI generatif mulai berkembang pada 2022. Saat ini, platform tersebut memiliki lebih dari 18 juta pengguna yang berbagi sekitar 3 juta model AI.

Selain itu, lebih dari 200.000 perusahaan tercatat memanfaatkan model-model yang tersedia di Hugging Face untuk berbagai kebutuhan bisnis.

Dengan akuisisi tersebut, NVIDIA berpotensi mendapatkan akses yang semakin besar ke komunitas developer AI dan ekosistem model terbuka yang telah dibangun Hugging Face selama bertahun-tahun.

Jensen Huang juga menegaskan bahwa akuisisi ini tidak akan mengubah karakter Hugging Face sebagai platform terbuka.

Ia menyatakan komitmen NVIDIA untuk terus mendukung ekosistem AI sumber terbuka. Huang bahkan menyinggung surat yang baru diterbitkannya terkait dukungan terhadap pengembangan model AI open source.

Menurut Huang, NVIDIA sendiri telah menjadi salah satu kontributor besar di Hugging Face. Perusahaan tersebut telah berkontribusi lebih dari 500 model dan 250 set data terbuka ke platform tersebut.