Technologue.id, Jakarta – Pihak berwajib akhirnya menangkap Teng Hongfei, seperti dilaporkan oleh Bloomberg.com (27/12/2017). Hongfei bukanlah orang biasa, melainkan Head of Sales Huawei China.

Petinggi vendor kipas merah itu ditangkap setelah pihak berwajib setempat melakukan investigasi dan mendalami suatu kasus korupsi. Hongfei diduga menerima suap selama mengabdi di Huawei. Hal ini sekaligus menjawab sikap CEO Huawei, Ren Zhengfei, yang September lalu masih malu-malu menyatakan kalau pihaknya tengah melakukan investigasi internal untuk kasus penyuapan.

Baca juga:

Review: Huawei nova 2i, Andalkan Empat Kamera dan Layar Super Lapang

- Advertisement -

Seperti di banyak negara, di Tiongkok, menawarkan dan menerima suap merupakan tindakan yang melanggar hukum. Akan tetapi, Huawei belum bicara banyak soal pengganti Teng, yang memimpin divisi consumer domestik dengan rapor yang cukup apik.

Ya, pada semester pertama 2017, penjualan produk Huawei untuk konsumen yang didominasi smartphone di Tiongkok telah naik 36 persen dengan nominal Rp228 triliunan. Jumlah itu hampir setengah dari total target pemasukan tahun 2017 mereka, yakni Rp471 triliunan.

Baca juga:

Huawei Siapkan Ponsel Berkamera Empat Lagi, Lebih Hebat dari Nova 2i?

Capaian itu sedikit banyak juga membantu membuat Huawei bertengger di nomor tiga vendor smartphone global paling top versi IDC. Mereka menguasai 10,5 persen pangsa pasar dunia, di bawah Samsung (22,3 persen) dan Apple (12,5 persen).

Polisi Gelandang Petinggi Huawei, Kesangkut Korupsi?
Teng Hongfei, petinggi Huawei (source: chinesemicronews.cc)

Baca juga:

Adu Rekam Video, OIS iPhone X Masih Kalah dengan Smartphone Ini

Huawei sendiri bukanlah satu-satunya perusahaan teknologi yang pejabatnya tersandung kasus dengan pihak berwajib. Sebelumnya, juga ada vice chairman Samsung, Jay Y. Lee, yang terlibat di kasus korupsi hingga penggelapan. Ada juga founder LeEco yang asetnya dibekukan dan diminta kembali ke China karena perusahaannya terlilit utang.