Technologue.id, Jakarta – Banjir awal tahun melanda Jabodetabek. Facebook pun kembali menyiagakan informasi bencana di fitur Crisis Response dan Safety Check.

Fitur ini sejatinya memungkinkan pengguna yang berada di sekitar wilayah terdampak bencana, memberitahukan informasi dan kondisi terkini di sekitaran area tersebut. Namun ada segelintir orang yang malah menggunakannya untuk memposting uneg-uneg terhadap kinerja pemerintah.

Baca Juga:
Tips Menghadapi Bencana Banjir

Dalam video yang diunggah oleh Dayan Gasperz itu terlihat seorang lelaki yang sedang berada dalam kepungan banjir tampak emosional melampiaskan pemikirannya terhadap bencana banjir saat ini akibat hujan deras yang mengguyur saat pergantian tahun baru 2020. Ia menyalahkan program pemerintah DKI Jakarta dalam membangun gorong-gorong sebagai solusi mengatasi banjir.

“Dimana-mana air hujan itu dimasukkan ke dalam tanah, bukan bikin gorong-gorong terus dimasukkan ke laut. Itu salah. Yang benar dimana-mana seluruh dunia air hujan masukin ke dalam tanah. Bukan bikin gorong-gorong yang besar terus ke laut. Itu keliru, itu melawan sunatullah namanya,” ujar pria tersebut.

Baca Juga:
Hari ke-2, Hashtag #banjir2020 Jadi Trending Twitter Indonesia

Sontak video berdurasi 30 detik itu ramai dikomentari pengguna lainnya yang memang sedang menggali informasi di Crisis Response milik Facebook. Postingan ini sudah di-share sebanyak lebih dari 1700 kali dan lebih dari 200 komentar. Tanggapan pro dan kontra meghiasai kolom komentar di bawah video. Seperti berikut ini: