Technologue.id, Jakarta – Satu lagi startup jual-beli mobil bekas (mobkas) mencoba peruntungan di pasar Indonesia. Carsome, sebuah startup baru untuk menjual mobil bekas, telah hadir di kawasan Jabodetabek dan segera menyusul di kota-kota besar lainnya.

Lewat Carsome, pengguna dijanjikan bisa merasakan layanan penjualan mobil yang transparan, cepat, mudah, dan memberikan harga yang adil berdasarkan kondisi aktual mobil penjual.

Melalui sistem penawaran transparan online, mobil dapat dilihat dan diperebutkan langsung oleh ratusan rekanan dealer se-Jabodetabek. Dengan begitu, pengguna bisa mendapatkan pengalaman menjual mobil bekas dengan jaminan harga terbaik dan bebas ribet.

Baca Juga:
OLX Geber Bisnis Mobil Bekas, Merek Apa Paling Laris?

- Advertisement -

“Kita semua tidak suka proses menjual mobil bekas yang tradisional, karena jika kita ingin memiliki mobil idaman baru, biasanya kita harus menunggu selama beberapa minggu untuk menjual mobil lama, sebelum sanggup membeli mobil baru. Dengan Carsome, kita akan terhubung langsung dengan 1.200 dealer rekanan Carsome di Jabodetabek, jadi bisa dipastikan kita mendapatkan harga terbaik,” ungkap Andreas Djingga, Country Manager Carsome Indonesia.

Carsome membangun platform consumer-to-business (C2B) yang memfasilitasi pemilik mobil menjual mobil mereka ke dealer-dealer secara online. Startup ini menjadi pioneer dalam menjadi one-stop platform bagi keseluruhan proses.

Mulai dari pendaftaran data mobil di www.carsome.id, pemeriksaan dan penilaian mobil secara profesional, penawaran transparan dari para dealer yang bisa dipantau secara realtime melalui gadget, hingga transaksi yang didampingi oleh tim Carsome sehingga dijamin jelas dan aman.

Baca Juga:
OLX Hadirkan Layanan Inspeksi Mobil, Apa Gunanya?

Setelah itu Carsome juga menjamin transfer kepemilikan secara legal dan proses pembayaran secara langsung. Proses sederhana ini memungkinkan pemilik mobil dapat menjual mobilnya dalam waktu singkat tanpa ribet, dan tanpa biaya sepeser pun untuk keseluruhan layanan.

“Kami memberikan solusi bagi titik-titik masalah yang muncul ketika melakukan penjualan mobil bekas, khususnya dalam hal penetapan harga. Melalui sistem penawaran transparan, 1.200 dealer rekanan se-Jabodetabek akan memperebutkan mobil yang terdaftar di sistem kami, sehingga penjual mendapatkan harga paling kompetitif di pasar,” papar Andreas Djingga.

Kendati sudah dikelola melalui sistem, namun konsumen tetap memegang kontrol sepenuhnya.