Technologue.id, Jakarta – Adware memang menyebalkan. Soalnya, begitu berhasil menginfeksi, perangkat Anda akan dijejali dengan iklan-iklan yang mengganggu dan yang jelas tidak Anda kehendaki. Yang lebih bikin kesal, ternyata ada ratusan model smartphone Android yang telah dipasangi adware bawaan.

Dari temuan Avast Threat Labs, adware bawaan yang memakai nama Cosiloon ini ditemukan di sejumlah perangkat bikinan ZTE, Archos, dan myPhone. Mayoritas dari perangkat tersebut tidak disertifikasi oleh Google.

Baca juga:

Ada Celah Keamanan Lagi di CPU, Kalau Diperbaiki Malah Begini Dampaknya

Cosiloon menciptakan overlay untuk menampilkan iklan di atas halaman web pada browser pengguna. Korbannya, kata Avast, sudah 18 ribuan perangkat dari 100 lebih negara di dunia termasuk Indonesia.

Dalam penjelasannya lebih lanjut, Avast mengklaim telah berhubungan dengan Google soal ini dan mereka akan berupaya menekel isu tersebut. Langkah konkret yang telah Google ambil adalah mengurangi kemampuan malicious pada beberapa versi aplikasi di beberapa model perangkat, memperkuat Google Play Protect, serta menotifikasi beberapa pengembang firmware akan isu ini.

Baca juga:

39% PC di Indonesia Masih Rawan Diserang WannaCry, Kenapa?

Menurut Nikolaos Chrysaidos, Head of Mobile Threat Intelligence & Security Avast, pada redaksi (22/05/2018), kesulitan penanganan adware ini cukup tinggi karena menjadi bawaan firmware. Diperlukan kolaborasi antara vendor keamanan, Google, dan OEM untuk memberikan pengamanan bagi pengguna Android.

Baca juga:

Siapa Kira? Game dan Browser Ini Ternyata Malware Miner Cryptocurrency!

Sebagai langkah antisipasi, user juga diminta awas dengan Cosiloon. Cara termudah untuk menonaktifkan dropper (program yang telah dimodifikasi untuk melancarkan serangan) di ponsel Anda adalah dengan men-disable program bernama “CrashService”, “ImeMess”, atau “Terminal” yang biasanya memakai ikon Android, lalu melakukan scanning menyeluruh dengan antivirus yang Anda percaya.