Technologue.id, Jakarta – Peluncuran OnePlus 7 Pro baru-baru ini mendapat perhatian dari kubu sebelah, Redmi. VP Xiaomi India, Manu Jain, memberi ucapan selamat atas kehadiran OnePlus 7 namun sembari membanggakan produknya sendiri.

Dalam postingan Twitter, Manu Jain tidak hanya melontarkan ucapan selamat tapi juga menyebut ponsel anyar Redmi yang digadang-gadang sebagai Flagship Killer 2.0.

“Selamat untuk tim OnePlus! Atas peluncuran flagship barunya. Flagship Killer 2.0 akan segera datang. Hold my dragon,” kata Manu dalam kicauannya.

Baca Juga:
Salah Satu Flagship Redmi Akan Didaulat Menjadi Pocophone F2?

Pada kicauan tersebut, Manu juga menyertakan sebuah gambar bernada sindiran yang berbunyi “Selamat OnePlus, kami sudah dengar tentang flagship barumu. Tertanda: Flagship Killer 2.0 yang akan segera hadir”.

Perangkat tersebut diyakini sebagai Flagship milik Redmi yakni Redmi K20 Pro atau bisa juga Pocophone 2.

Sama seperti Xiaomi, OnePlus selalu mengeluarkan flagship dengan spek tinggi dan harga terjangkau. Sehingga disebut sebagai pembunuh ponsel flagship keluaran vendor lain. Namun ingin disebut naik kelas, harga flagship OnePlus makin mahal. OnePlus 7 Pro sendiri dijual mulai US$ 670 atau hampir Rp10 juta yang dengan demikian tidak beda jauh dengan smartphone premium dari produsen lain.

Baca Juga:
Spesifikasi Redmi Pro 2 Terkuak

Dengan perubahan segmentasi ini, Xiaomi ingin mengisi kekosongan yang ditinggalkan OnePlus dengan flagship Redmi yang sudah dipastikan bernama Redmi K20. Handset itu akan dibekali prosesor Snapdragon 855 dan kamera 48 megapixel. Manu pun menyindir bahwa OnePlus berubah-ubah soal harga sesuai slogan mereka, Never Settle.

“Mereka (OnePlus-red) memilih Never Settle soal harga. Di Xiaomi, kami percaya dalam membuat inovasi terakses oleh setiap orang dengan mengembangkan Flagship Killer. Anda akan segera melihatnya,” ujar Manu.

Belum diketahui kapan Xiaomi akan memperkenalkan ponsel Redmi terbarunya ini. Namun jika Redmi K20 bakal menjadi sebuah ponsel “flagship killer”, mungkin akan mengganggu penjualan dari OnePlus sendiri.