Refund Bermasalah, Muncul Curhatan OyoBikinRugi

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Jaringan hotel budget, OYO Hotels, tengah mendapat sorotan tajam dari netizen. Lewat akun media sosial @OyoBikinRugi di Twitter dan Instagram, kebobrokan manajemen Oyo diungkap oleh ratusan konsumen yang kecewa terhadap pelayanan terutama sistem refund perusahaan rintisan asal India tersebut.

Akun @OyoBikinRugi sendiri dibuat sejak bulan Februari 2020. Awalnya akun ini hanya untuk mengumpulkan customer Oyo Indonesia yang sedang mengalami kendala refund. Saat itu, sebanyak 250 customer Oyo mengeluhkan masalah serupa.

Konsumen dijanjikan proses refund akan memakan waktu 7-45 hari kerja. Namun ada yang menunggu sampai berbulan-bulan, pencairan dana kembali tidak kunjung diberikan. Padahal seluruh proses pengajuan refund telah disetujui.

Baca Juga:
Pendapatan Melempem, Startup Hotel Oyo Ubah Strategi Bisnis

https://www.instagram.com/p/CBLNlMMhSCd/?utm_source=ig_web_copy_link

Salah satu alasan kasus refund banyak terjadi adalah kamar yang dipesan di Oyo ternyata overbook alias sudah fullbooked namun masih available dan bisa dipesan di aplikasi. Konsumen masih bisa melakukan pemesanan kamar dan pembayaran, padahal status kamar saat itu sudah penuh. Alhasil, mereka terpaksa mengajukan refund.

https://www.instagram.com/p/B91LQwYhEzo/?utm_source=ig_web_copy_link

Penyebab kasus refund lainnya adalah sistem Oyo yang sering tiba-tiba membatalkan pesanan customer tanpa alasan yang jelas padahal customer sudah melakukan pembayaran.

Selain itu, banyak kondisi properti Oyo yang diluar normal ditemui oleh customer seperti properti yang sudah lama tutup, properti yang lokasinya tidak dapat ditemukan, properti yang belum selesai dibangun dan kondisi lainnya.

https://www.instagram.com/p/B94QqawpedY/?utm_source=ig_web_copy_link

Baca Juga:
Demi Profit, Startup Oyo PHK Puluhan Ribu Karyawan

Bukti lain bobroknya sistem Oyo saat ini. Customer sudah melunasi pembayaran melalui metode transfer bank, namun sampai hotel ditolak karena hotel hanya menerima pembayaran cash.

Biasanya (berdasarkan cerita dari pemilik hotel alias mitra oyo), kasus ini terjadi karena Oyo sudah lama menunggak pembayaran ke pemilik hotel. Jadi, uang yang customer bayarkan untuk menginap sudah masuk ke kantong Oyo tapi tidak dibayarkan ke pemilik hotel. Dan pahitnya lagi, telatnya pembayaran ini bukan hanya telat seminggu dua minggu, tapi bisa 5 bulan lebih.

“Coba gimana rasanya jadi pemilik hotel, mereka keluar biaya operasional harus running hotelnya, gaji karyawan dll tapi duit dari Oyo nggak juga cair?,” tulis akun @OyoBikinRugi.

https://www.instagram.com/p/CBFORJmhxI8/?utm_source=ig_web_copy_link

Oyo merupakan salah satu startup terbesar yang dimiliki SoftBank. Perusahaan ini lahir dari India tahun 2013 dan berkembang pesat hingga valuasinya mencapai US$10 miliar.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories