Demi Profit, Startup Oyo PHK Puluhan Ribu Karyawan

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Startup jaringan perhotelan online Oyo dilaporkan telah merumahkan ribuan karyawan di India dan Cina. Dilansir dari Bloomberg (10/1/2020), Oyo telah memecat 5 persen dari 12.000 karyawan di Cina, dan 10 persen dari 10.000 staf di India.

Total startup unicorn asal India itu telah melepas sekitar 1.200 karyawan di India. Tak berhenti disitu, perusahaan pun berencana untuk mengurangi jumlah yang sama di India dalam empat bulan ke depan.

Baca Juga:
Layanan OYO Life Transformasi Bisnis Indekos

Keputusan memutus kontrak kerja ini diambil setelah investor kakap SoftBank memperat jalinan kerjasamanya. Menurut laporan, SoftBank telah memberi Oyo batas waktu 31 Maret 2020 untuk menghapus kontrak atau bisnis, yang tidak menguntungkan EBITDA.

Kepada para karyawan OYO, Pendiri Ritesh Agarwal mengatakan perusahaan tengah fokus pada mencetak profitabilitas. “Perusahaan sedang mencari cara untuk menyeimbangkan kecepatan pertumbuhan bisnis dengan kapasitas operasional perusahaan,” ujarnya.

Dikatakannya, perusahaan juga tengah berupaya meningkatkan tata kelola (governance) dan penggunaan teknologi yang lebih optimal untuk meningkatkan operasional perusahaan.

Saat ini valuasi Oyo sudah mencapai US$10 miliar artinya startup ini sudah menyandang status decacorn.

OYO dikabarkan juga akan memangkas jumlah mitranya yang saat ini sudah mencapai 10.000 hotel dan akan fokus bekerja sama dengan hotel di lokasi yang menguntungkan dan mendukung pertumbuhan bisnis. Pengurangan mitra ini juga bagian dari efisiensi penurunan biaya operasional.

Baca Juga:
Rayakan Harbolnas, Menginap di OYO Mulai dari Rp 99 Ribu

Di sisi lain, para pemilik hotel di India dan China memprotes Oyo karena tidak memberikan komisi sesuai kesepakatan. Dalam dua tahun terakhir, Oyo agresif berekspansi secara global termasuk ke China, Eropa dan AS.

“Saya tidak ragu mengakui, tumbuh dengan kecepatan yang dialami Oyo dalam beberapa tahun terakhir terkadang mendapat ujian tekanan terhadap organisasi kita dari berbagai level. Tahun kini akan mengambil langkah untuk mengatasi hal ini,” ujar Ritesh Agarwal dalam surat kepada karyawannya.

“Beberapa posisi akan menjadi mubazir ketika kita menerapkan sinergi dengan teknologi, mendorong efisiensi dan menghapus duplikasi usaha di seluruh bisnis atau geografis. Sebagai efeknya sebagai kolega akan menjalankan karir baru di luar OYO.”

- Advertisement -

Latest News

Facebook Temukan Cara Identifikasi Konten Deepfake

Technologue.id, Jakarta - Facebook sukses menemukan cara untuk mengidentifikasi deepfake. Ini dilakukan dengan menggunkan software artificial intelligence (AI). Dilansir...

Peneliti Temukan Malware Baik Hati

Technologue.id, Jakarta - Laporan terbaru dari BleepingComputer dan SophosLab menyebut ada malware unik ditemukan. Berbeda dari malware kebanyakan, malware...

Vivo V21 Siap Rilis di Indonesia, Unggulkan Kamera Selfie 44MP

Technologue.id, Jakarta - Vivo V21 segera melantai di Indonesia. Peluncuran produk terbaru V-Series tersebut akan berlangsung pada tanggal 22 Juni 2021 mendatang.

Viral Gajah Dipaksa Kerja Tarik Kayu, Netizen: Dzalim!

Technologue.id, Jakarta - Video gajah yang bekerja keras menarik potongan kayu viral di media sosial. Video tersebut diunggah dibanyak akun, salah satunya...

Nokia Ramai Dibahas Netizen Twitter

Technologue.id, Jakarta - Nokia mendadak ramai dibicarakan oleh para netizen Twitter . Hal ini lantaran tersebarnya meme berbunyi "Apa merk hp lo...

Related Stories