Baca Juga: Gak Mau Kalah, AS Rencanakan Pengembangan 5G Sendiri
Hingga pertengahan 2019, Hernandez terus mengakses server Nintendo untuk mencuri lebih banyak informasi tentang video game, konsol game dan alat developer. Bahkan, Hernandez berhasil membobol beberapa server Nintendo. Semua informasi rahasia yang ia dapatkan dibagikan melalui akun Twitternya. Ia juga membagikan informasi curian tersebut ke platform komunikasi miliknya dan membahas produk perangkat Nintendo dan data rahasia perusahaan tersebut. Tidak sampai di situ, setelah diperiksa ternyata Hernandez juga didakwa atas dugaan pornografi anak. Dimana pihak kepolisian menemukan seribu foto dan video anak-anak dalam komputernya.Baca Juga: Vendor Ponsel China Sekongkol Lawan Google Play Store
Dengan demikian, Hernandez juga terancam menerima hukuman kurungan 25 tahun penjara. Dimana hukuman 20 tahun untuk kasus pornografi anak dan 5 tahun untuk kasus peretasan. Kasus peretasan ini bukan yang pertama dialami Nintendo. Sebelumnya Nintendo juga telah memenjarakan seorang pria bernama Zammis Clark selama 15 bulan karena berhasil meretas server Nintendo dan mengunggah informasi perusahaan ke publik.