Jakarta – Fitbit kembali merilis perangkat terbaru mereka yang diberi nama Fitbit Air. Produk ini hadir sebagai pelacak kebugaran yang mendekati sempurna, namun masih memiliki satu kelemahan utama pada fitur AI Health Coach-nya. Tim review dari Technologue.id telah menguji langsung perangkat ini dan menemukan berbagai kelebihan serta kekurangannya.
Perangkat ini dirancang untuk pengguna yang menginginkan pelacak aktivitas harian yang ringan dan akurat. Fitbit Air menawarkan desain yang ramping dan nyaman dipakai sepanjang hari. Namun, fitur Pelatih Kesehatan AI Google yang diandalkan ternyata masih belum bekerja secara optimal.
Dari segi pelacakan langkah, detak jantung, dan kualitas tidur, Fitbit Air bekerja sangat baik. Data yang dihasilkan konsisten dan mudah dipahami melalui aplikasi pendamping. Ini menjadikannya pilihan tepat bagi mereka yang serius memantau kondisi kebugaran harian.
Sayangnya, AI Health Coach yang menjadi nilai jual utama justru mengecewakan. Fitur ini memberikan saran yang terlalu umum dan kurang personal. Banyak pengguna yang mengeluhkan bahwa rekomendasi yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka.
Masalah ini sebenarnya sudah diantisipasi sejak Google mengumumkan integrasi AI ke dalam ekosistem Fitbit. Sebelumnya, Masa Depan Brand Fitbit sempat dipertanyakan setelah Google Health muncul sebagai platform baru.
Performa hardware Fitbit Air tetap menjadi andalan utama. Baterainya mampu bertahan hingga tujuh hari dalam sekali pengisian daya. Layarnya cukup terang dan mudah dibaca meskipun di bawah sinar matahari langsung.
Fitur pelacakan olahraga juga sangat lengkap, mulai dari lari, bersepeda, hingga renang. Sensor yang digunakan cukup akurat untuk kebutuhan pengguna umum hingga atlet amatir. Data yang dikumpulkan dapat disinkronkan dengan berbagai aplikasi kesehatan pihak ketiga.
Dari segi harga, Fitbit Air dibanderol cukup kompetitif untuk kelas pelacak kebugaran premium. Namun, pengguna harus mempertimbangkan apakah fitur AI Health Coach sepadan dengan biaya tambahan yang dikeluarkan.
Baca Juga:
Penggunaan sehari-hari menunjukkan bahwa Fitbit Air sangat andal sebagai pelacak aktivitas. Notifikasi dari smartphone terkirim dengan baik dan getarannya cukup kuat. Desain tahan air juga memungkinkan pengguna untuk memakainya saat berenang atau mandi.
Kekurangan utama tetap pada aspek AI yang belum matang. Banyak pengguna yang berharap Google dapat menyempurnakan fitur ini melalui pembaruan perangkat lunak di masa mendatang. Saat ini, AI Health Coach lebih terasa seperti fitur beta daripada produk jadi.
Perbandingan dengan kompetitor menunjukkan bahwa Fitbit Air unggul dalam hal akurasi sensor dasar. Namun, dalam hal fitur AI dan personalisasi, beberapa merek lain sudah lebih dulu unggul. Pengguna yang mengutamakan kecerdasan buatan mungkin perlu menunggu pembaruan lebih lanjut.
Pilihan material perangkat juga patut diapresiasi. Fitbit Air menggunakan bahan yang ringan namun kokoh, sehingga nyaman dipakai untuk aktivitas berat. Tali jam yang dapat diganti juga memberikan fleksibilitas bagi pengguna yang ingin tampil stylish.
Secara keseluruhan, Fitbit Air adalah produk yang hampir sempurna untuk pelacakan kebugaran. Sayangnya, AI Health Coach yang menjadi fitur unggulan justru menjadi titik lemah terbesarnya. Bagi pengguna yang tidak terlalu membutuhkan fitur AI, perangkat ini tetap sangat direkomendasikan.
Google sendiri telah berjanji akan terus mengembangkan fitur AI ini melalui pembaruan rutin. Pengguna yang sudah membeli Fitbit Air diharapkan mendapatkan peningkatan kualitas di kemudian hari. Sampai saat itu tiba, AI Health Coach tetap menjadi catatan penting dalam review ini.
Bagi yang tertarik dengan perangkat wearable lain, bisa juga melihat Harga Terbaru dari Vivo Y100 5G yang baru meluncur di Indonesia. Atau jika ingin ponsel premium dengan fitur lengkap, Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy J7 Pro 2017 bisa menjadi referensi tambahan.