Baca juga:
Sepertiga User Facebook dan Instagram Tak Aktif Tahun Ini
Mengutip TheStar.com (22/10/2018), Bitkom menunjukkan bahwa pengguna, terutama anak muda, memiliki kesulitan membedakan antara iklan, product placement, dan konten asli yang dibagikan oleh pengguna lain. Hampir separuh pengguna media sosial atau sekitar 48 persen, tidak selalu dapat menjawab pertanyaan itu, menurut survei terbaru tersebut.Baca juga:
Video Streaming Dominasi Gaya Belajar Online Pelajar Indonesia
Hal ini dinilai wajar, mengingat gaya online advertising yang disajikan saat ini. Pihak advertiser dan developer aplikasi social media memang "menyamarkan" tayangan iklan layaknya postingan biasa. Bedanya, tentu di isi kontennya. Dengan metode seperti itu, secara keseluruhan, pengguna sebenarnya relatif sadar atas iklan online. Sekitar delapan dari 10 pengguna mengatakan bahwa iklan di jaringan media sosial telah sangat meningkat. Namun, enam dari sepuluh menyatakan bahwa mereka tidak keberatan selama layanan media sosial tetap gratis.Baca juga:
Di samping itu, sekitar sepertiga responden bahkan mengatakan mereka terkadang menemukan iklan online yang produk yang dilewatkan. Anda sendiri, sudahkah sadar akan konten iklan yang berseliweran di timeline atau feed akun Anda?