Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Riset Terbaru Microsoft Ungkap Bagaimana AI Ubah Cara Kerja di Indonesia
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Raksasa teknologi Microsoft merilis data dan insights baru bertajuk "Work Trend Index 2023: "Will AI Fix Work?"

Laporan ini dilakukan kepada 31.000 orang dari berbagai industri di 31 negara, termasuk Indonesia; triliunan sinyal dari email, meeting, dan chat di Microsoft 365; serta tren tenaga kerja di LinkedIn.

Menurut Microsoft, data menunjukkan bahwa kecepatan kerja telah meningkat lebih cepat dari apa yang dapat diimbangi manusia, dan situasi ini memengaruhi inovasi. Namun AI generasi berikutnya akan mengangkat beban pekerjaan.

Baca Juga:
Microsoft Luncurkan Bing Image Creator Dengan Model AI DALL-E

Laporan Work Trend Index 2023 membagikan insights utama bagi para pemimpin bisnis yang tengah berupaya memahami dan mengadopsi AI secara beranggung jawab di organisasi masing-masing:

Hutang digital membuat kehilangan inovasi
Setiap menit yang dihabiskan untuk mengelola digital debt adalah menit yang tidak dihabiskan untuk pekerjaan kreatif. DI Indonesia sendiri 76% karyawan mengatakan bahwa mereka tidak memiliki cukup waktu dan tenaga untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.

Terdapat aliansi baru antara AI dengan karyawan
Di Indonesia, 48% karyawan khawatir AI akan menggantikan pekerjaan mereka, namun 75% mengatakan bahwa mereka akan mendelegasikan sebanyak mungkin pekerjaan kepada AI guna mengurangi beban kerja. Faktanya pemimpin di Indonesia 3,6 kali lebih mungkin mengatakan bahwa AI akan membawa manfaat di tempat kerja dengan meningkatkan produktivitas, alih-alih memangkas jumlah karyawan.

Setiap karyawan memerlukan keterampilan AI
61% karyawaan di Indonesia mengatakan mereka saat ini tidak memiliki kapabilitas yang tepat untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Di era di mana AI mengubah cara kerja dengan menjadikan kreativitas sebagai produktivias baru dalam kesehariannya, setiap karyawan akan membutuhkan kompetensi utama baru, seperti analytical judgement, emotional intelligence, creeative evaluation, intellectual curiosity, dan kemampuan memberikan prompt. Sebanyak 90% pemimpin di Indonesia telah mengantisipasi bagaimana karyawan akan membutuhkan keterampilan baru di era AI ini.

Baca Juga:
Microsoft Meningkatkan Mesin Pencarinya dengan “AI-Generated Stories” dan “Knowledge Cards” di Bing

"Perlu digarisbawahi bahwa AI adalah copilot, bukan autopilot. Pilot yang memiliki kontrol dan tanggung jawab penuh atas final output dalam pekerjaan tetaplah manusia," ujar Lucky Gani, Direktur Marketing dan Operasional Microsoft Indonesia.

Sebagai informasi, Microsoft Corp. memperkenalkan Microsoft 365 Copilot yang menghadirkan kemampuan baru generative AI ke aplikasi yang digunakan jutaan orang setiap harinya.

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu akan memperluas akses ke versi pratinjau Microsoft 365 Copilot dan fitur-fitur baru pada awal Mei 2023.

SHARE:

Antisipasi Kasus Crowdstrike, Kaspersky Bagi Solusi Preventif

Bandara Kena Serang, Microsoft Jadi "Kambing Hitam"