Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Saham Snap Inc. Terendah Sepanjang Sejarah, Apa Sebabnya?
SHARE:

Technologue.id, Jakarta – Snap Inc. baru saja tergelincir di lantai bursa. Bagaimana tidak, saham mereka Jumat (21/07/17) kemarin terpantau hanya $14.34 (sekitar Rp191.200). Itu adalah nilai terendah yang pernah didapatkan perusahaan yang membawahi Snapchat dan wearable Spectacles tersebut sejak IPO. Dibandingkan Maret lalu, saham Snap sekarang merosot lebih dari 17 persen. Menukil pemaparan JPMorgan dari BusinessInsider (21/07/17), fenomena ini salah satunya disebabkan oleh minimnya pemahaman para investor terhadap perusahaan Evan Spiegel itu. Investor yang sudah berumur diyakini kurang memahami upaya Snap untuk menggaet anak-anak muda atau millennial, sehingga kepercayaan mereka rendah. Padahal, Snap sendiri sudah merilis sejumlah fitur anyar untuk meningkatkan revenue perusahaan. Contohnya, ada Snap Maps, yang memungkinkan para pengiklan untuk membeli iklan berbasis lokasi di Snapchat. Mereka juga telah menyediakan platform baru yang mempermudah cara beriklan di Snapchat. Namun, JPMorgan punya pandangan menarik. Fitur tersebut mungkin tak akan langsung mendongkrak laporan keuangan kuartal Snap, tetapi berpotensi untuk meningkatkan pendapatan perusahaan ke depannya. Sekadar informasi, Snap Mei lalu pun telah mengakuisisi perusahaan pembuat drone, Ctrl Me Robotics. Upaya ini adalah cara bagi mereka untuk memperluas portofolionya, sehingga Snap tak cuma mengandalkan Snapchat tetapi juga ranah hardware, utamanya di bidang kamera. Mampukah Snap Inc. merangkak naik lagi di pasar bursa dengan segala upayanya? Biarkan waktu yang menjawabnya.   Baca juga: Snapchat Akan Lebih Menarik dari Instagram Berkat Fitur Baru Ini Fitur Snapchat Kembali Ditemui di Instagram Snapchat Akuisisi Perusahaan Drone, Apa yang Akan Mereka Buat?

SHARE:

Tak Cuma Lokal, Hyundai Juga Melempem di Pasar Otomotif Global

Kembali Disusupi, Akun Pengguna Roku Terdampak Lebih Banyak