Technologue.id, Jakarta – Seperti yang telah dirumorkan sebelumnya, Samsung benar-benar memamerkan smartphone lipatnya di Samsung Developer Conference 2018, Rabu (07/11/2018), di San Francisco. Teknologi foldable display pada perangkat itu secara resmi dinamai Infinity Flex.

Device ini memiliki layar 7,3 inci yang dapat dilipat di bagian tengahnya. Saat berada di mode full-screen, perangkat tersebut bisa berfungsi layaknya tablet. Sementara ketika dilipat di bagian tengah, ia akan menjadi smartphone seperti pada umumnya dan muat disimpan di dalam saku.

Baca juga:

Smartphone Lipat Samsung Hadir untuk Pasar Asia?

Diperkenalkan oleh Justin Denison, SVP of Mobile Product Marketing Samsung, display Infinity Flex digadang-gadang menjadi masa depan layar perangkat seluler dan smartphone generasi terbaru. Kata Denison, pihaknya harus menciptakan material dan pelindung khusus untuk perangkat ini, karena kaca biasa seperti di smartphone kebanyakan tidak fleksibel.

Samsung Resmi Pamerkan Smartphone Lipatnya
Justin Denison, SVP of Mobile Product Marketing Samsung, mengenalkan Infinity Flex display (source: YouTube / samsung_dev)
- Advertisement -

Baca juga:

Smartphone Lipat Ini Akan Jadi Saingan Samsung?

Begitu juga dengan tekukannya. Denison mengklaim ponsel ini tak akan masalah ditekuk ratusan ribu kali berkat inovasi dari Samsung.

Adapun tantangan lain yang dihadapi vendor asal Korea Selatan ini, yaitu membuat perangkat tersebut tidak terlalu tebal. “Untuk mengatasi ini, kami membuat polariser baru yang 45 persen lebih tipis,” katanya.

Baca juga:

Market Share Samsung Mengecil akibat Digulingkan Vendor Tiongkok

Lantas, kapan gadget yang konon disebut Galaxy F atau X ini bisa digenggam konsumen? Tak memberikan jawaban pasti, Samsung hanya menyatakan produksi masal ponsel lipat ini akan dimulai tak lama lagi.

“Ponsel ini bukan sekadar konsep. Terobosan yang kami buat dan material layar sudah disesuaikan dengan terobosan di manufaktur. Alhasil, kami siap untuk melakukan produksi masal dalam beberapa bulan ke depan,” tandas Denison.