Technologue.id, Jakarta – Kepercayaan diri Samsung sedang tinggi-tingginya, terutama setelah melihat pre-order Galaxy S9 dan Galaxy S9 Plus kuartal pertama tahun ini. Perusahaan asal Negeri Ginseng itu pun berani menaikkan target shipment smartphone-nya tahun ini, dari 320 juta ke 350 juta unit secara global.

Baca juga:

Samsung Batal Rilis Smartphone Layar Ganda

Namun, bisa saja Samsung terlalu percaya diri, sehingga targetnya meleset. TheInvestor.co.kr (21/06/2018) mengutip prediksi sejumlah pengamat industri teknologi yang skeptis akan target Samsung itu. Dijabarkan lebih lanjut, ada beberapa faktor yang dapat menjadi pemupus asa perusahaan yang didirikan Lee Byung-chull 80 tahun silam tersebut.

Baca juga:

Penjualan Smartphone Samsung dan Oppo Turun, Xiaomi Bagaimana?

Pertama, melemahnya cengkraman Samsung di pasar China yang merupakan salah satu pasar smartphone terbesar di dunia. Tahun lalu, Samsung hanya bisa mengapalkan 1 persen dari total ponsel pintar di sana, jauh menurun dari tahun 2013 dengan 20 persen. Selain itu, produsen Tiongkok sendiri, seperti Huawei, Vivo, Oppo, dan Xiaomi, juga impresif di tanah asalnya, terlebih di pasar low-end.

Faktor lain yang juga tak kalah berbahaya adalah proyeksi Galaxy S9 dan S9 Plus yang mungkin tak sesuai target. Walaupun di pre-order-nya duet flagship itu cukup baik, para analis percaya keduanya tak akan laku lebih dari 30 juta unit sepanjang tahun ini. Jika ramalan ini benar, maka Galaxy S9 bakal menjadi model dengan penjualan paling rendah di lini Galaxy S sejak 2012.

Baca juga:

Samsung Galaxy S9 Smartphone Terpopuler April 2018, iPhone X?

Target shipment smartphone Samsung tahun ini telah naik daripada capaian sales mereka tahun lalu, yakni 319,8 juta unit. Pada Q1 kemarin, Samsung sendiri telah menjual 78 juta unit dan diprediksi pada kuartal kedua 2018 mereka akan mampu melego 73 juta unit ponsel pintar.

Mungkinkah Galaxy Note 9 yang sebentar lagi lahir bisa memperlancar target Samsung ini?