Technologue.id, Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengizinkan perusahaan-perusahaan AS untuk menjual produk berteknologi tinggi kepada Huawei. Keputusan ini lantas membuat para investor Asia membanjiri perdagangan saham pemasok produsen ponsel pintar China tersebut.

Mengutip laman Reuters (2/7/2019), saham para pemasok smartphone Huawei sendiri melonjak di perdagangan Asia pada Senin karena investor menilai pernyataan Trump sebagai sinyal positif bagi penjualan ponsel pintar Huawei.

Baca Juga:
Trump Berencana Cabut Sanksi Huawei?

Saham pembuat panel layar OLED, BOE Technology Group (000725.SZ ) dan Shenzhen Goodix Technology (603160.SS ), pembuat sensor sidik jari, merangkak naik sebesar 10% ke batas hariannya.

Hal yang sama dialami Foxconn Taiwan (2317.TW ), perakit elektronik kontrak top dunia, dan pembuat cip kontrak TSMC (2330.TW), yang masing-masing sahamnya naik sebesar 3% dan 4%.

Huawei sebelumnya masuk dalam daftar hitam AS pada Mei yang membatasi perusahaan teknologi AS seperti Google untuk berbisnis dengan pembuat peralatan jaringan telekomunikasi China tersebut. Pasalnnya Washington menilai Huawei sebagai ancaman keamanan di tengah perang dagangnya dengan Beijing.

Baca Juga:
Diterjang Isu Keamanan, Huawei Keok?

Trump mengakui, larangan tersebut tidak adil untuk pemasok AS, yang kesal karena mereka tidak bisa menjual suku cadang dan komponen ke Huawei tanpa persetujuan Pemerintah AS.

Namun, dia tidak mengatakan perusahaan AS mana saja yang dapat kembali melakukan bisnis dengan Huawei.

Sementara itu, para analis meragukan dampak dari keputusan terbaru tersebut bagi perusahaan.

“Perubahan arah Gedung Putih … kecil kemungkinan memberikan Huawei, produk yang benar-benar mereka butuhkan,” tutur Richard Windsor, pendiri perusahaan riset independen Radio Free Mobile, mengatakan dalam sebuah catatan.

“Dan bahkan jika itu terjadi, sangat mungkin kerusakan fatal telah terjadi pada bisnis ponsel pintar Huawei,” katanya.