Technologue.id, Jakarta – Beruntunglah Anda yang telah lama menggunakan Snapchat dan akunnya sudah lumayan populer. Pasalnya, media sosial berlogo hantu itu berniat untuk membayar para top creator-nya.

Melansir TheVerge (07/11/17), konsep insentif ini mirip dengan apa yang sudah diterapkan oleh YouTube, di mana user Snapchat bisa mengunggah videonya untuk kemudian mendapatkan komisi dari iklan. Monetisasi ini sendiri dijadwalkan hadir pada tahun depan.

Baca juga:

Pengguna Snapchat Makin Banyak, Tapi…

- Advertisement -

Dalam laporan keuangan kuartal ketiganya, CEO Snap Inc., Evan Spiegel, mengaku kurang merangkul komunitas kreator Snapchat. Padahal, mereka punya peran besar untuk memperluas penggunaan Snapchat dan Stories. Inisiatif ini seperti menjadi balas budi dari Snapchat.

Sayangnya, belum terungkap lebih jauh bagaimana konsep monetisasi di Snapchat ini. Sebagai perbandingan, YouTube mempersilakan user-nya yang punya lebih dari 10.000 view pada channel-nya untuk mendapatkan pemasukan dari iklan.

Baca juga:

Google Beli Snapchat?

Sementara media sosial lain seperti Twitter, Facebook, dan Instagram, belum punya sistem khusus untuk membuat kantong penggunanya makin tebal. Kebanyakan dari mereka mendapatkan komisi konten berbayar dari pihak ketiga, seperti pelaku bisnis yang ingin produk atau jasanya diiklankan.

Namun, agaknya Snapchat perlu berhati-hati. Dengan basis pengguna yang masih relatif kecil, yakni 178 juta pengguna harian, Snapchat bisa dibilang kurang semarak jika dibandingkan Instagram yang mencapai 500 juta pengguna, terlebih Facebook, yang Daily Active User (DAU)-nya mencapai 1,37 miliar.

Baca juga:

Kemkominfo Respons Cepat Konten Porno di WhatsApp

Akan tetapi, menarik untuk mengikuti perkembangan lebih lanjut dari inisiatif Snapchat ini, apakah dengan ini basis pengguna mereka makin besar, atau malah tak berkembang seperti Vine.