UMKM Muda Asal Malang Kantongi Omzet Puluhan Juta per Bulan Lewat Tokopedia

Technologue.id, Jakarta – Pandemi yang terjadi selama setahun belakangan ini mengubah perilaku ekonomi masyarakat, terutama dalam berbelanja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tren belanja berubah karena pembelian secara online meningkat, terutama pada produk domestik.

Peluang ini menumbuhkan banyaknya pengusaha muda yang membuka bisnis lewat kanal online dengan ide produk yang kreatif dan inovatif. Salah satunya adalah Annisa Tasya, pemilik toko bahan pangan dan kebutuhan rumah tangga online bernama Kyan Mart.

Annisa membangun Kyan Mart di tengah pandemi pada Maret 2020. Kala itu, perempuan berusia 26 tahun ini baru saja menyelesaikan pendidikan pascasarjana di Surabaya.

Baca Juga:
Kena PHK, Mantan Karyawan Ini Gabung ‘Mitra Tokopedia’ Hingga Raih Lonjakan Transaksi

Alih-alih bekerja di sebuah perusahaan, Annisa memutuskan untuk menjadi pengusaha muda di kampung halamannya, Malang. 

Annisa pertama kali mengisi etalase online Kyan Mart dengan menjajakan produk kesehatan, seperti vitamin. Menurutnya, produk kesehatan saat awal pandemi menjadi buruan konsumen. 

“Sebelumnya saya juga jualan online, dengan jenis usaha yang berbeda. Waktu pulang ke Malang karena pandemi, saya memutuskan mencoba usaha baru dengan jualan vitamin melalui marketplace,” katanya sebagaimana dikutip dari Tribunnews (28/6/2021).

Akan tetapi, setelah beberapa bulan, permintaan terhadap produk kesehatan mulai menurun. Ia pun mempertimbangkan usaha lain. Keputusannya jatuh pada menjual jenis produk lain, yakni bahan pangan dan kebutuhan rumah tangga (grocery).

Setelah menjajakan bahan pangan dan kebutuhan rumah tangga, bisnisnya berkembang drastis. Selain ada peningkatan transaksi, Ia juga berhasil menggaet pelanggan dari Kota Malang dan wilayah di sekitarnya.

Peningkatan penjualan Kyan Mart juga disokong oleh situasi saat itu, di mana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih gencar-gencarnya diberlakukan di lingkungannya. Mau tak mau, belanja online adalah pilihan yang paling aman dan Annisa sangat cermat melihat peluang tersebut.

Baca Juga:
Kisah Sukses Penjual Produk Digital Setelah Gabung di Mitra Tokopedia

Produk rumah tangga serta kebutuhan ibu dan anak menjadi produk yang paling diminati di tokonya. Annisa pun kemudian mulai menambah jenis produk yang dijualnya dengan jenis mainan dan hobi. 

“Kedua jenis produk tersebut masuk ke segmen para pembeli di Malang. Yang belanja groceries, biasanya ada tambahan beli mainan dan hobi,” ujarnya.

Annisa menjalankan seluruh operasional bisnisnya tanpa dibantu karyawan. Berbekal kompetensinya dalam mengelola waktu semasa kuliah, Annisa mampu menangani setiap pesanan yang masuk. Ia sangat cermat memperhitungkan semuanya, mulai dari waktu respons dan pengiriman serta ketepatan waktu penerimaan.

“Kunci utamanya manajemen waktu dan kecepatan respons waktu pesanan masuk. Jadi tidak terlalu delay lama. Semuanya dilakukan sendiri, mulai dari posting foto, belanja barang, menyiapkan barang, packing, hingga bikin laporan keuangan sederhana,” ungkapnya penuh antusias.

Berkat kelihaiannya, usahanya yang berbasis di Malang tersebut lambat laun berkembang pesat. Alhasil, Kyan Mart mulai menerima pesanan dari daerah lain.

Pelanggan memang didominasi oleh mereka yang berasal dari wilayah sekitar Jawa Timur seperti Malang dan Surabaya. Namun, ia juga kerap menerima order dari Jawa Tengah. Bahkan, ada pembeli yang berasal luar pulau seperti Bali, Sumatera, hingga Balikpapan.

Kunci kesuksesan dipengaruhi oleh adopsi digital

Annisa memahami bahwa kunci untuk mengembangkan bisnisnya secara lebih jauh adalah dengan mengadopsi sistem bisnis secara digital. Dengan kemudahan transaksi, target pasarnya secara otomatis mulai mencari kebutuhan rumah tangga secara online.

Annisa memilih untuk mengembangkan bisnisnya lebih jauh di marketplace. Ia pun bergabung menjadi penjual di Tokopedia pada Maret 2020.

Pengalamannya sebagai pembeli selama bertahun-tahun menjadi faktor pendorong mengapa Annisa memutuskan menjadi seller di platform e-commerce terbesar di tanah air tersebut.

“Saya sebagai pembeli juga banyak belanja di Tokopedia. Jadi saya pikir, kenapa selain jadi pembeli, nggak coba jadi penjual juga?” tuturnya.

Sebagai seller, ia merasa tampilan yang diberikan oleh Tokopedia mudah dipahami ketimbang yang lain. Kendati telah mencoba beberapa marketplace lainnya, ia memutuskan untuk lebih fokus berjualan di Tokopedia. 

“Jangkauan Tokopedia luas. Pembeli pun juga merasakan banyak promo, jadi menarik lebih banyak buyer,” jelasnya. 

Baca Juga:
Dua Tahun Mitra Tokopedia, Bangkit Bareng Warung

Menurutnya, Tokopedia juga sangat mendukung dalam perkembangan bisnis setiap seller. Selain itu, segudang promo belanja juga diakui membantu meningkatkan penjualannya, seperti Kumpulan Toko Pilihan, Waktu Indonesia Belanja (WIB), hingga flash sale.

“Sebagai penjual, saya sangat didukung oleh Tokopedia. Dukungan dari tim Tokopedia juga banyak. Selain itu ada fitur-fitur dan program yang menguntungkan seperti program-program flash sale, serta program marketing lain,” tambah Annisa.

Memanfaatkan dukungan dari Tokopedia, Annisa mampu melayani 400-500 transaksi setiap bulan. Apalagi, Kyan Mart dapat menghasilkan omzet lebih dari Rp20 juta per bulan.

Bahkan, pada saat pembatasan sosial di semester pertama 2020, ia berhasil memetik omzet hingga lebih dari Rp30 juta.

Saat ini, Annisa belum memikirkan untuk terburu-buru membuka toko offline. Baginya, segala berkah digitalisasi yang disuguhkan marketplace cukup memberi kepuasan. Meski tentu saja di masa depan, ia berharap bisnisnya terus berkembang dan tak menutup kemungkinan akan membuka toko offline.