Technologue.id, Jakarta – Bagi pasar mainstream, industri desktop PC mungkin sudah mulai redup. Namun di sisi lain, industri komputer yang super cepat atau yang biasa disebut supercomputer masih terus berkembang karena semakin banyaknya data yang harus bisa diproses.

Mengutip dari TheVerge.com (12/06/2018), Departemen Sumber Daya di Amerika bersama IBM dilaporkan baru saja memperkenalkan sebuah komputer terbaru bernama Summit yang digadang-gadang menjadi supercomputer tercepat pada saat ini dan berhasil mengalahkan Sunway TaihuLight, supercomputer yang ada di Tiongkok.

Baca juga:

Intel Kembangkan PC Berbentuk Buku Catatan

Untuk bisa menampilkan performa terbaiknya, Summit menggunakan sistem IBM AC922 yang di dalamnya terdapat 4.608 server untuk melakukan berbagai macam kalkulasi komputer. Masing-masing dari server tersebut sendiri ditenagai oleh dua buah prosesor IBM Power9 22-core serta enam unit Nvidia Tesla V100 untuk pemrosesan grafisnya.

Baca juga:

HP Sematkan Alexa pada All-in-One PC

Berkat spesifikasi yang tinggi, perangkat ini juga bisa menyimpan data hingga 250 Petabyte atau setara dengan dengan video berkualitas HD berdurasi 74 tahun. Sementara soal konektivitas, sistem tersebut sendiri saat ini sudah terkoneksi kabel fiber optic sepanjang 185 mil.

Tak cuma dari sisi kinerja, sebagai supercomputer, Summit juga terbilang irit dari sisi konsumsi daya. Pasalnya, dengan spesifikasi yang begitu tinggi, ia hanya mengonsumsi listrik sebesar 13 Megawatt. Ini lebih kecil jika dibandingkan TaihuLight yang mencapai 15 Megawatt.

Baca juga:

Anda Akan Bisa Mainkan Xbox Tanpa Xbox

Dengan dimensi 5.600 kaki, supercomputer seharga US$200 juta (Rp2,8 triliunan) tersebut memiliki lebar yang sama dengan sekitar 2 lapangan tenis. Sementara bobotnya yang mencapai 340 ton sudah bisa melebihi berat dari sebuah pesawat komersial.