Serangan Ransomware SamSam Minta Tebusan Rp148 Miliar

Technologue.id, Jakarta – Kelompok di balik serangan ransomware bernama SamSam (Ransom.SamSam) terus menggencarkan serangannya ke seluruh institusi yang ada di Amerika Serikat selama tahun 2018, dengan serangan-serangan baru yang terlihat menyasar 67 target yang berbeda, sebagian besar berada di AS.

SamSam, yang spesialis dalam serangan ransomware tertaget, menyusup ke jaringan dan mengenkripsi banyak komputer di sebuah institusi sebelum mememinta tebusan dengan nilai yang tinggi. Kelompok ini diyakini berada di balik serangan Samsam di Kota Atlanta pada bulan Maret, yang menyebabkan banyak komputer di kota tersebut terenkripsi. Biaya yang dibutuhkan untuk membersihkan serangan tersebut diperkirakan mencapai lebih dari US$10 juta atau sekitar Rp148 miliar.

Baca juga:

8 Jurus Melindungi Smartphone dari Tangan Jahil Hacker

Kelompok ini juga terkait dengan serangan di Departemen Transportasi Colorado, yang menghabiskan biaya sebesar US$1,5 juta atau sekitar Rp25 miliar untuk membasmi serangan tersebut.

Menurut penelitian dari Symantec, SamSam menargetkan institusi di berbagai sektor. Namun sejauh ini, sektor kesehatan adalah yang paling terpengaruh dengan jumlah persentase serangan sebesar 24 persen dari total serangan yang terjadi pada 2018.

Tak jelas mengapa institusi kesehatan menjadi sasaran khusus. Para penyerang mungkin percaya bahwa institusi kesehatan lebih mudah diinfeksi. Atau mereka mungkin percaya bahwa institusi ini memiliki kemungkinan lebih besar untuk membayar tebusan.

Baca juga:

Pernah Diretas, Situs untuk Selingkuh Masih Ramai Pengguna

Sejumlah institusi pemerintahan lokal di AS juga menjadi sasaran kelompok tersebut dan setidaknya salah satunya terlibat dalam penyelenggaraan pemilu. Seiring dengan penyelenggaraan midterm election di AS pada 6 November, fokusnya secara alamiah adalah pada operasi informasi cyber dan ancaman terhadap integritas data pemilihan. Namun, serangan ransomware seperti SamSam juga dapat secara signifikan mengganggu institusi-institusi pemerintah dan operasionalnya.

Untuk meluncurkan serangannya, kelompok SamSam menggunakan taktik yang dikenal dengan istilah “living off the land” secara ekstensif, yaitu penyerang menggunakan sistem operasi atau tool administrasi jaringan milik korban sendiri.

Baca juga:

Milenial Dinilai Cuek Terhadap Keamanan Siber

Taktik ini sering digunakan oleh kelompok mata-mata untuk diam-diam masuk ke jaringan target. Mereka membuat aktivitasnya tampak seperti proses yang sah, sembari berharap dapat bersembunyi walaupun sudah nampak di depan mata.

Mem-backup data penting adalah salah satu pilar utama dalam menangkal infeksi ransomware. Namun, karena ada kasus ransomware yang juga mengenkripsi backup, maka seharusnya backup bukanlah pengganti strategi keamanan yang kuat.

Korban harus sadar bahwa membayar uang tebusan tidak selalu berhasil menyelesaikan masalah. Penyerang mungkin tidak mengirim kunci decrypt, melainkan dapat melakukan proses decrypt dengan buruk dan dapat merusak file, dan mungkin dapat mengirimkan permintaan tebusan yang lebih besar setelah menerima pembayaran awal.

Recent Articles

Ungkapan Hati Netizen Netflix Bisa Diakses Lewat Jaringan Telkom

Technologue.id, Jakarta - Layanan streaming film, Netflix kini sudah dapat diakses di jaringan Telkom Group. Hal ini menyulut reaksi netizen bahkan membuat...

Tiktok Minggat dari Hong Kong

Technologue.id, Jakarta - TikTok memutuskan akan berhenti menawarkan aplikasi video sosialnya di Hong Kong setelah kawasan itu mengadopsi Undang-undang keamanan nasional baru.

Sah! Netflix Sudah Bisa Diakses Jaringan Telkom Group

Technologue.id, Jakarta - Tayangan hiburan Netflix mulai hari ini dapat diakses di jaringan TelkomGroup. Pembukaan akses ini akan memungkinkan pelanggan IndiHome, Telkomsel,...

PUBG Mobile Update 0.19.0 Bakal Rilis Royale Pass Season 14

Technologue.id, Jakarta - Lagi-lagi saatnya update terbaru PUBG Mobile hadir ke server. Update 0.19.0 kali ini hadir bersamaan dengan Royale Pass Season 14,...

Samsung Galaxy Z Flip 5G Hadir dengan Warna Cantik Mystic Bronze

Technologue.id, Jakarta - Setelah sebelumnya menghadirkan warna Mystic Bronze pada Galaxy Note 20+. Kini Samsung dikabarkan akan memberikan pilihan warna serupa untuk...

Related Stories