Technologue.id, Jakarta – Perkembangan transformasi digital saat ini sangatlah pesat, terutama bagi kehidupan kaum milenial. Digitalisasi bagi kaum milenial adalah gaya hidup, mereka terbiasa melakukan setiap hal dengan bantuan digital, contohnya berbelanja lewat e-commerce, memesan ojek online atau memanfaatkan fintech.

Baca juga:

Ada 17 Juta Lebih Serangan WannaCry di Indonesia yang Bisa Diredam

Di samping kemudahan tersebut, ancaman siber pun kian meningkat. Hal inilah yang masih belum sepenuhnya disadari oleh para kaum milenial sebagai pengguna aktif teknologi saat ini.

“Seiring meningkatnya transformasi digital, ancaman kejahatan siber juga meningkat dengan berbagai modus, seperti ransomware, pencurian data dan lainnya,” ujar Anthony Lim Prinsipal Konsultan Asia Tenggara & Hong Kong Fortinet.

Baca juga:

Pabrik Diserang Virus, iPhone Terlambat Rilis?

Menurut Anthony Lim, kesadaran akan cybersecurity di kalangan milenial sebenarnya sudah ada, tapi justru action dari mereka yang masih perlu ditingkatkan. Milenial dianggap belum sepenuhnya peduli dengan proteksi diri mereka dari berbagai kejahatan siber. Edukasi dan sosialiasi yang lebih intens akan keamanan siber masih sangatlah diperlukan bagi kaum milenial.

Selain Anthony Lim, Faisal Yahya yang merupakan pengamat siber independen juga menyampaikan kegelisahannya.

“Teknologi informasi yang semakin melekat pada keseharian aktifitas masyarakat, seyogyanya juga diimbangi dengan pemahaman tentang pentingnya cyber security. Tak hanya dari vendor pengembang solusi keamanan cyber, namun juga dari berbagai pihak. Pada akhirnya diharapkan kondisi ini dapat berpengaruh positif pada perkembangan bisnis khususnya yang kini kian erat dengan dunia internet dan digital,” tandas Faisal

Baca juga:

Menyamar, Malware HeroRAT Incar Pengguna Android

Namun, Edwin Lim, Country Director Fortinet Indonesia, percaya bahwa kaum milenial bisa dengan baik memanfaatkan transformasi digital sekarang ini, salah satu buktinya adalah munculnya banyak start-up baru di industri digital yang sukses di mana pegiatnya adalah kaum milenial.

“Kewaspadaan adanya ancaman keamanan siber, perlu juga lebih dipertajam. Apalagi terkait hal-hal penting dalam dunia usaha atau transaksi bisnis dan keuangan,” tutup Edwin Lim.