Technologue.id, Jakarta – Di Indonesia, tercatat masih ada 92 juta orang dewasa yang belum tersentuh layanan finansial atau perbankan pada akhir 2019. Laporan ini didapat dari e-Conomy SEA 2019 yang dilakukan oleh Google.

Menanggapi laporan tersebut, PermataBank dan Kredivo berkolaborasi untuk menghadirkan produk dan layanan keuangan yang menggabungkan keahlian bank dan fintech. kolaborasi ini hadir untuk melayani kebutuhan masyarakat Indonesia yang belum tersentuh layanan keuangan.

Baca Juga:
Kredivo Gaet Bank Permata Salurkan Lini Kredit Sebesar Rp1 Triliun

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Kuseryansyah, mengatakan, indeks inklusi keuangan di Indonesia telah mencapai angka 53 persen di tahun 2019. AFPI mengaku sangat mendorong kolaborasi ini,

“AFPI sendiri salah satu visinya adalah mendorong inklusi keuangan di indonesia,” ucap Kuseryansyah.

PermataBank melihat hal positif dengan menjalin kolaborasi bersama Kredivo. Djumariah Tenteram, Direktur Ritel Perbankan, PermataBank, mengatakan, “Kredivo punya platform yang bagus. Di samping itu, banyak kemiripan visi untuk mendorong inklusi keuangan.” Selasa (27/11/2019).

Baca Juga:
Kredivo: Millenial Paling Banyak Ajukan Kredit Pertama

Kerja sama ini menurut Umang Rustagi, Komisaris Kredivo, akan mempercepat pertumbuhan dan dapat melayani jutaan nasabah baru kedepannya. “ini menjadi titik tolak yang baik untuk bekerja sama dengan bank nasional terkemuka seperti PermataBank dalam menciptakan lebih banyak produk keuangan,” tambahnya.

kredivo dan PermataBank mengumumkan kerja samanya melalui penyaluran lini kredit sebesar 1 triliun rupiah, Kedepannya kerja sama ini diharapkan mampu menghasilkan sesuatu yang positif kedepannya bukan hanya ke dua belah pihak tapi juga untuk perekonomian dan masyarakat.