Technologue.id, Jakarta – Nilai investasi SoftBank Group Corp ke Grab semakin membengkak hingga hampir menembus US$1,5 miliar atau lebih dari Rp21 Triliun. Nilai ini tiga kali lipat dari yang diperkirakan sebelumnya yakni sejumlah US$500 juta (atau sekitar Rp7 Triliun), ketika perusahaan ride-hailing terbesar di Asia Tenggara itu berekspansi untuk memperluas sayap bisnisnya.

Grab yang berusia enam tahun sejauh ini telah mengumpulkan lebih dari US$6,5 miliar, dipimpin oleh SoftBank, perusahaan perjalanan China Didi Chuxing dan Toyota Motor Corp. Setelah penggalangan dana pada bulan Agustus, Grab dihargai sekitar US$11 miliar.

SoftBank pertama kali membeli saham senilai US$250 juta di Grab pada 2014 ketika Grab mulai bersaing dengan Uber Technologies di Asia Tenggara.

Baca Juga:
Terima Investasi Baru, Tokopedia Perluas Operasional Bisnis UKM

Pendanaan terakhir di perusahaan perjalanan akan berasal dari Dana Visi, setelah mengumpulkan lebih dari US$93 miliar tahun lalu yang merupakan dana ekuitas swasta terbesar di dunia.

SoftBank mengejar penyelesaian investasinya di Grab bulan ini dan pengumuman kemungkinan akan dilakukan bulan depan, ujar sumber yang menolak untuk diidentifikasi karena informasinya tidak terbuka untuk umum, seperti dikutip dari Reuters (21/12/2018).

Pada bulan Oktober bahwa SoftBank sedang mendekati kesepakatan untuk berinvestasi sekitar US$500 juta di Grab, menggarisbawahi kepercayaan raksasa investasi teknologi itu dalam pertumbuhan perusahaan pengendaraan.

Grab mengakuisisi bisnis Uber di Asia Tenggara tahun ini dengan imbalan saham sendiri dan sejak itu memperluas operasinya dengan cepat.

Baca Juga:
Kompetisi Go-Jek vs Grab Berlanjut ke Arena Regional

Grab akan menggunakan sebagian dari dana tersebut untuk berekspansi lebih lanjut di Indonesia, di mana ia memiliki kemitraan dengan perusahaan fintech OVO dan platform e-commerce Tokopedia.

Grab ingin mengubah dirinya menjadi kelompok teknologi konsumen yang menawarkan layanan lain, selain layanan seperti pengiriman makanan, transfer uang elektronik dan pembayaran mobile di salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Grab dan saingannya dari Indonesia, Go-Jek, mengumpulkan miliaran dolar dan berinvestasi dalam perlombaan dalam bagian yang lebih besar di Asia Tenggara, karena lebih dari 650 juta konsumen di kawasan itu online dan menggunakan telepon pintar untuk berbelanja, bepergian, dan melakukan pembayaran.

Go-Jek memulai peluncuran uji coba layanannya di beberapa bagian Singapura bulan lalu dan berencana untuk meluncurkan berbagai layanan melalui aplikasinya pada awal 2019, menantang pemain dominan Grab di negara-kota kecil.