Technologue.id, Jakarta – Rencana SpaceX untuk membuat jaringan internet global berkecepatan tinggi makin mendekati kenyataan. Sebab, Federal Communications Commission (FCC) telah menyetujui permintaan perusahaan yang dinakhodai Elon Musk itu untuk menerbangkan lebih dari 7.000 satelit berorbit sangat rendah untuk jaringan Starlink-nya.

Baca juga:

Perusahaan Luar Angkasa CEO Amazon Siap Kejar SpaceX

Melansir Engadget.com (15/11/2018), ketika rampung nantinya, akan ada hampir 12.000 satelit dari Starlink yang menbenamkan koneksi internet ke penduduk Bumi. Ditargetkan, masyarakat di kawasan yang infrastruktur jaringan internetnya belum siap bisa menikmati internet berkecepatan hingga 1 Gbps.

Baca juga:

SpaceX Luncurkan Roket Terhebat di Bumi ke Mars

Keputusan ini merupakan kabar menggembirakan, setelah sebelumnya SpaceX dipersilakan untuk meluncurkan 4.425 satelit pada Maret lalu. Uji coba peluncuran satelitnya sendiri telah diadakan Februari 2018.

Starlink merupakan proyek pengembangan konstelasi satelit besutan SpaceX. Selain untuk kepentingan komunikasi, mereka juga berminat menjual satelit untuk kepentingan sains atau eksplorasi.

Baca juga:

Begini Kostum Luar Angkasa Keren SpaceX, Mau Pakai?

Jaringan internet Starlink diproyeksikan siap pada pertengahan 2020 mendatang. SpaceX nantinya tak akan sendiri, mengingat perusahaan lain seperti Kepler, Telesat, dan LeoSat juga mendapatkan lampu hijau dari FCC.