Baca juga:
Begini Trik Apple Redakan Polemik Baterai iPhone
1. Pertama-tama, ceklah kondisi baterai Anda dengan membuka Settings, lalu pilih Battery. Apabila Anda menemukan warning semacam, "Your iPhone battery may need to be serviced", maka Anda perlu membeli baterai baru agar kinerja iPhone Anda tidak menurun. [caption id="attachment_25844" align="alignnone" width="673"]
Notifikasi kondisi baterai iPhone (source: maketecheasier.com)[/caption]
Baca juga:
Santer Terdengar, iPhone SE Rilis Lagi Tahun 2018
2. Kemudian, periksa kesehatan baterai Anda memanfaatkan aplikasi dari Mac bernama coconutBattery. Aplikasi ini normalnya memang digunakan untuk memeriksa baterai MacBook, tetapi bisa juga digunakan untuk mengecek iPhone dengan mengoneksikannya via kabel. Setelah terkoneksi, jalankan coconutBattery dan pilih tab iOS Device pada bagian atas. Jika baterai Anda tertulis punya design capacity sebesar 80 persen atau kurang dari itu, maka itulah pertanda untuk mengganti dengan yang baru. [caption id="attachment_25843" align="alignnone" width="210"]
Pengujian baterai iPhone menggunakan coconutBattery (source: maketecheasier.com)[/caption]
Baca juga:
Unik, Orang Ini Bisa Hilangkan Mukanya Pakai iPhone X!
3. Terakhir, periksalah skor Geekbench iPhone Anda. Unduh dulu aplikasi Geekbench dari App Store sembari matikan mode low-power jika sebelumnya pernah Anda aktifkan. Kalau sudah selesai, bukalah aplikasi itu dan klik opsi CPU di bawah section Select Benchmark. [caption id="attachment_25845" align="alignnone" width="670"]
Tes Geekbench iPhone (source: maketecheasier.com)[/caption]
Lantas, klik pilihan Run Benchmark dan tes akan dimulai. Butuh waktu rata-rata 10 menit sampai skor benchmark iPhone Anda keluar. Begitu hasilnya keluar, ceklah apakah Single-Core Score pada iPhone Anda berselisih ratusan poin dari skor standar Geekbench dari model iPhone Anda. Jika benar demikian, maka betul dugaan Anda kalau performa handset apel tergigit Anda telah menurun dan butuh ganti baterai secepatnya.