Baca juga:
Facebook Digugat Mantan Pegawainya, Ada Huru-hara Apa?
Apa sebabnya? Barangkali adalah in-app purchase yang terlalu mahal. Ya, meski bisa diunduh secara gratis, perusahaan asal Jepang ini mengharuskan user-nya membayar Rp135 ribu untuk bisa memainkan versi full-nya. Dalam kata lain, tak banyak orang yang tertarik menggelontorkan duitnya untuk memainkan game ber-genre endless running ini.Baca juga:
Sony Bangkitkan Lagi Robot Anjing Pintar nan Lucunya
Sebaliknya, revenue Fire Emblem Heroes ternyata lebih tinggi daripada Super Mario Run. Padahal, game taktik itu hanya memiliki sepersepuluh dari total jumlah unduhan Super Mario Run. Tampaknya, sistem free-to-play dengan in-app purchasing opsional layaknya kebanyakan game freemium lebih menggugah user daripada konsep yang ditawarkan Super Mario Run.Baca juga:
Terlepas dari itu, Nintendo mengaku masih punya harapan tinggi terhadap Super Mario Run. Mereka ingin menjadikan game ini sebagai standar aplikasi Mario di perangkat pintar dan akan memanfaatkan pengalaman mengembangkan Super Mario Run untuk game mobile selanjutnya.