Baca juga:
Telkomsel Satukan Solusi Bisnis UKM dalam Satu Portal
Arief mengakui, Telkomsel tidak akan bertarung dengan induk perusahaannya itu di pasar enterprise. Sesuai koridornya, Telkomsel bakal memfokuskan diri pada segmen mobility. "Bagaimana bertarung, itu bapak dan anak. Biarkan Telkom bermain di pasar yang Rp86 triliun tersebut," tandasnya.Baca juga:
Sediakan Modal Buat UKM, Telkomsel Gandeng Fintech
Segmen mobility sendiri terdiri dari connectivity dan solusi. Menurut Arief, dominasi connectivity masih cukup besar sekitar 80 persen. Namun revenue paling besar justru disumbang oleh pasar solution. "Yang growth double digit atau angkanya bisa sampai di atas 15 persen per tahun itu (kontribusi) solusi. Dari Rp15 triliun tadi, mungkin sekitar 60 persen dari solusi," jelasnya.Baca juga:
Telkomsel Siapkan Infrastruktur Terbaik Jelang Asian Games 2018
Dari layanan solusi, Telkomsel punya komitmen membantu meningkatkan bisnis digital pelanggan korporasinya melalui program 'Telkomsel MyBusiness'. Operator telco terbesar di Indonesia itu ingin menghadirkan pengalaman mobilitas bagi segmen korporasi, serta menyediakan solusi terlengkap yang sesuai dengan kebutuhan transformasi bisnis masing-masing perusahaan di era digital. Di lain pihak, Telkomsel bisa meningkatkan pendapatan dari sisi solusi. "Mobility dan activity tidak bisa dipisahkan. Kita berharap dapat growth yang kita inginkan dengan solusi berbasis mobility," papar Arief