Technologue.id, Jakarta – Seiring dengan ditetapkannya rencana pembangunan ibukota baru di Kalimantan, Telkomsel kini sudah mulai menata sejumlah infrastruktur jaringan untuk bisa mencukupi kebutuhan komunikasi di seluruh pulau Kalimantan, khususnya Provinsi Kalimantan Timur yang digadang-gadang akan menjadi lokasi baru bagi Ibukota Republik Indonesia.

Hingga saat ini, Telkomsel telah sudah memiliki lebih dari 17.800 unit Base Transceiver Station (BTS) di seluruh pulau Kalimantan. Sekitar 11.700 di antaranya merupakan BTS broadband yang mana sudah berhasil menjangkau lebih dari 90 persen populasi Pulau Kalimantan. Telkomsel juga telah siap melayani kebutuhan pelanggan, dengan adanya sebanyak 62 GraPARI yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan.

Untuk Provinsi Kalimantan Timur sendiri, Telkomsel sudah menyiapkan 5.500 unit BTS, di mana sekitar 3.800 unitnya merupakan BTS broadband, serta pusat pelayanan pelanggan GraPARI di 18 titik.

Selain di Provinsi Kalimantan Timur Telkomsel telah menggelar infrastruktur jaringan berupa BTS di Provinsi Kalimantan Utara, Selatan, Tengah, dan Barat yang masing-masing sejumlah 1.400 unit (1.000 BTS broadband), 3.800 unit (2.500 BTS broadband), 3.300 unit (2.000 BTS broadband), dan 3.800 unit (2.400 BTS broadband).

Infografis Penyebaran BTS Telkomsel di Kalimantan
Infografis Penyebaran BTS Telkomsel di Kalimantan

“Kami siap mengawal pemerintah menjadikan Pulau Kalimantan sebagai lokasi ibukota baru Indonesia di manapun nantinya. Berbekal infrastruktur jaringan terdepan yang tersebar di seluruh pulau, Telkomsel akan terus melanjutkan pembangunan teknologi digital di Kalimantan sehingga siap mengadopsi ekosistem teknologi digital yang lengkap dan berkelanjutan”, kata Direktur Utama Telkomsel, Emma Sri Martini melalui pernyataan resmi yang diterima Technologue.id pada 22 Agustus 2019.

Untuk wilayah Kalimantan, Telkomsel juga telah menerapkan teknologi broadband terbaru yaitu 4,9G Massive MIMO melalui 4 unit BTS nya yang tersebar di Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Balikpapan (Kalimantan Timur), dan Tarakan (Kalimantan Utara). Teknologi 4,9G Massive Mimo akan memberikan kapasitas jaringan yang lebih besar dan memberikan kualitas layanan yang lebih baik.

Jaringan Telkomsel juga telah hadir di daerah perbatasan Pulau Kalimantan yaitu di Pulau Sebatik dan Nunukan. Di Nunukan, Telkomsel telah menggelar 187 unit BTS, dimana 127 unit diantaranya adalah BTS broadband. Sedangkan di Pulau Sebatik, Telkomsel telah menggelar 78 unit BTS, dimana 59 unit diantaranya adalah BTS broadband.

“Ibukota negara merupakan salah satu simbol negara yang terpenting. Dengan kepindahan ibukota Indonesia ke Pulau Kalimantan yang mana secara geografis juga merupakan daerah perbatasan NKRI, sebagai operator seluler Telkomsel akan turut bergerak maju bersama pemerintah, untuk mendukung kedaulatan dan menjaga keutuhan NKRI dengan menghadirkan layanan telekomunikasi di daerah perbatasan Kalimantan. Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk senantiasa akselerasikan negeri”, tutup Emma.