Technologue.id, Jakarta – Smartphone flagship terbaru Samsung yakni Galaxy S9 dan S9+ dibanderol dengan harga yang bisa dibilang tidak murah. Namun jika mengetahui berapa biaya material yang mereka gunakan, Samsung sepertinya bisa mengantongi margin keuntungan yang cukup mengesankan.

Galaxy S9 dan S9+ diluncurkan pada akhir Februari lalu. TechInsight tertarik untuk menganalisis berapa banyak komponen dan biaya manufacturing yang dihabiskan untuk membangun Galaxy S9+. Ternyata Samsung hanya menghabiskan sekitar USD 379 atau setara dengan Rp 5,2 juta.

Baca juga:

Pasar Global Sepi, di Indonesia Samsung Galaxy S9 Disambut Baik

- Advertisement -

Dilansir dari GSMArena.com (20/03/2018), angka ini menghabiskan USD 10 lebih banyak dibanding Galaxy Note 8 dan menjadikan Galaxy S9+ sebagai ponsel Samsung paling mahal yang dibuat saat ini.

Perbandingan harga komponsen Galaxy S9+ dengan ponsel lainnya (Source: GSMArena.com)

Baca juga:

Galaxy S9 “Disiksa”, Sanggupkah Bertahan?

Sedikit menilik harga komponen yang digunakan, seperti chipset Exynos 9810 yang dihargai USD 68 atau setara Rp 900 ribuan, sementara panel Super AMOLED menghabiskan biaya USD 72 atau sekitar Rp 900 ribuan. Serta komponen mahal lainnya seperti kamera, memori dan lain sebagainya.

Baca juga:

Fingerprint Samsung Galaxy S9 Plus Tak Prima, User Minta Refund

Namun perlu dicatat, biaya sekitar Rp 5 juta tersebut hanyalah biaya produksi. Belum termasuk pengeluaran lainnya seperti penelitian dan pengembangan, pemasaran, distribusi, dan pajak.