Tim Papua Juarai FWD Hackathon 2017, Ini Karya Mereka

Tim Papua Juarai FWD Hackathon 2017, Apa Karyanya?
Tim Papua, pemenang FWD Hackathon 2017 (source: FWD Life)

Technologue.id, Jakarta – Kompetisi hackathon yang diprakarsai PT FWD Life Indonesia akhirnya meresmikan sang jawara, yakni Tim Papua. Berhasil menyisihkan 11 tim lain yang masuk tahap akhir, karya Tim Papua berupa teknologi navigasi untuk  menemukan rumah sakit dan agen asuransi terdekat menggunakan augmented reality itu sukses memukau para juri.

Baca juga:

Go-Jek: Ojek Bule Bukan Mitra Kami!

Director of Founder Institute Jakarta, Andy Zain, mengaku terpukau dengan inovasi dari Tim Papua. Ia pun ingin merealisasikan inovasi anak-anak muda pengagasnya dan agar digunakan secara luas.

“Melalui program akselerator Founder Institute, inovasi Tim Papua akan kembali dikembangkan menjadi suatu sistem navigasi yang memiliki manfaat real bagi proses berasuransi yang inovatif bagi FWD Life,” terangnya secara tertulis pada redaksi (24/09/17).

Baca juga:

Tesla Ingin Letakkan Supercharger di Swalayan

Sebagai pemenang, Tim Papua berhak mendapatkan hadiah utama berupa uang tunai sebesar Rp100 juta. Hadiah tersebut bakal dipakai sebagai modal dalam mewujudkan idenya menjadi sebuah bisnis berkelanjutan. Namun yang tak kalah menarik, mereka berkesempatan untuk belajar mengembangkan bisnis hingga ke Silicon Valley.

Tim Papua Juarai FWD Hackathon 2017, Apa Karyanya?
Tim Papua, pemenang FWD Hackathon 2017 (source: FWD Life)

Baca juga:

Resmi, Google Akuisisi HTC dengan Mahar Segini

Selain Tim Papua, FWD Life dan Founder Institute Jakarta turut menetapkan dua juara harapan, yakni Tim Life dan Eva. Tim Life mengembangkan aplikasi edukasi untuk anak dengan menggunakan permainan, sementara Tim Eva mengembangkan chatbot untuk mempermudah proses berasuransi. Kedua tim berhak mendapat hadiah uang tunai masing-masing Rp10 juta.

FWD Hackathon 2017 sendiri sejatinya sudah dimulai sejak Agustus hingga puncaknya 24 September 2017 kemarin. Ada 286 pendaftar dari pelbagai daerah dengan inovasinya masing-masing. Setelah disaring, hanya 12 tim yang masuk ke tahap akhir dengan total peserta sebanyak 108 orang.