Baca Juga: Jelang Ramadhan, Aplikasi Umma Suguhkan Fitur Beribadah Sambil Donasi
Sejak lima tahun membuka keran digital, tren transaksi ZIS digital ini terus bertumbuh sepanjang dua tahun terakhir. Apalagi untuk 2019 ini, Dompet Dhuafa juga melakukan kerjasama ke banyak platform digital. "Pertumbuhan dua tahun belakangan ini, 2018 dibanding 2017 ada (kenaikan) 200 persen. Lalu 2017 dibanding 2016, juga 200 persen. Partner kita ada dari e-commerce, dompet digital, banking, dan payment," ungkapnya. Anak muda atau generasi milenial, yang pada akhirnya memang terlibat dalam zakat digital atau startup lainnya. Imam menjelaskan range usia 17-30 tahun yang melakukan transaksi via digital ini. Bila dihitung secara average, sebagian besar mereka menyumbang donasi dengan kisaran Rp 30.000.Baca Juga: Dompet Digital Dana Sediakan Opsi Bayar Zakat dan Donasi Secara Mudah
Tabungan zakat dan donasi via digital ini, dijelaskannya, akan disalurkan secara terpisah sesuai penggunaan dan tujuannya. Oleh karena itu, lembaga zakat itu menyediakan rekening yang berbeda untuk setiap pembayaran donasi. "Kita terpisah rekeningnya. Jadi rekening zakat, donasi, dan wakaf terpisah. Kalau donasi itu seperti sedekah dan infak, penggunaannya leluasa. Tapi kalau zakat, harus kepada delapan golongan diantaranya fakir miskin, amil, dan fisibilillah. Lalu wakaf uang kita gunakan untuk pembangunan project wakaf seperti membangun rumah sakit, pesantren, sampai membangun lahan perkebunan," tutur Imam. Dompet Dhuafa sendiri telah meluncurkan situs dan aplikasi mobile BawaBerkah untuk memudahkan masyarakat Indonesia melakukan donasi digital. Di dalam aplikasi ini, ada beragam fitur unggulan seperti pembayaran Ziswaf dan kalkulator zakat, yang bisa membantu para muzaki menunaikan ibadahnya.