Baca juga:
Egogohub Bantu Brand Tapaki Industri E-commerce Indonesia
Menurut data tersebut, pada tahun 2015 Indonesia memang sudah memiliki pasar e-commerce tertinggi di Asia Tenggara dengan nilai sebesar US$1,7 miliar, dan e-commerce memiliki porsi 0,6 persen dari keseluruhan retail. Selain itu, data yang diperoleh perusahaan internet raksasa Facebook menyebut bahwa Indonesia adalah negara dengan tingkat konversi tertinggi di dunia. Ini berarti setiap dolar dihabiskan di internet. Itu sebabnya, Ia menyebut saat ini Indonesia adalah tempat terbaik untuk memulai bisnis e-commerce. "Apa yang Anda investasikan di Indonesia melalui internet, akan mendapatkan hasil yang besar. Spend sedikit, tapi return of investment besar," ujarnya.Baca juga:
Grab Ventures Kucurkan Rp3 Triliun bagi Startup Lokal
Hal ini juga didukung oleh netizen Indonesia yang mampu menghabiskan waktu selama 3,9 jam setiap hari berselancar di internet. Penggunaannya semakin kompleks, mulai dari search engine, membaca news digital, streaming, hingga shopping online. Kendati peluang bisnis e-commerce besar, namun Kevin menjelaskan, masih ada tantangan dalam industri ini. Diantaranya, kurangnya talent yang melek teknologi dan tidak bisa mengolah data meski mempunyai resource dan teknologi.Baca juga:
CEO Tokopedia Tindak Tegas Karyawannya yang Curangi Flash Sale
Oleh sebab itu, baru setahun berdiri, Egogo Group langsung menghadirkan layanan growth hacking di Indonesia. Perusahaan bertekad untuk memberikan end-to-end solution kepada brand, khususnya dalam industri e-commerce. Mulai dari digital marketing hingga fulfillment.