Tren Vendor Besar Bikin Sub-brand, Ini Tanggapan Nokia

Editor : Denny Mahardy

Technologue.id, Bogor – Beberapa vendor ponsel besar di Tanar Air sedang melancarkan strategi perluasan pasar dengan membuat sub-brand. Sebut saja Huawei, Xiaomi, dan Oppo.

Boleh dibilang strategi sub-brand sukses menggaet target market yang berbeda dengan induk perusahaannya. Beberapa sub-brand vendor berhasil tumbuh besar dan bahkan punya peran penting setelah mendompleng nama besar itu. Kendati kemudian para sub-brand mengaku memiliki fokus dan gaya penjualan sendiri tanpa campur tangan si induk.

Baca juga:

Nokia Janjikan Rilis Ponsel Baru Tiap Bulan

Menurut Miranda Vania Warokka, Marketing Lead HMD Indonesia, tren membangun brand tidak terlepas dari kondisi di industri ponsel belakangan ini. Ia menilai banyak vendor yang menghadirkan teknologi anyar tapi dibanderol cukup tinggi, sehingga sulit dijangkau masyarakat luas.

“Banyak banget sekarang brand yang sudah mature dan mereka punya sub-brand lagi. Itu salah satu strategi dari brand kompetitor karena pasar Indonesia di Asia Pasifik kan paling besar dibandingkan negara lain. Salah satu cara brand meng-grab more market share mungkin pakai cara itu. Mereka tidak hanya ingin sekedar masuk (pasar Tanah Air) tapi juga mendominasi,” kata Miranda, saat acara Media Fun Day, di Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/10/2018).

Baca juga:

HMD Global Rilis Smartphone Kelas Atas, Nokia 7.1

Nokia yang dulu pernah merajai pasar ponsel Indonesia, kini berupaya untuk kembali berjaya. Mereka serius untuk meningkatkan pangsa pasarnya di Indonesia di tengah gempuran brand smartphone lainnya yang rajin mengeluarkan produk terbaru. Namun, Miranda mengakui jika Nokia tidak terlalu memaksakan target posisi besar brand smartphone terlaris di Indonesia bisa tercapai dalam waktu cepat.

“Dari awal kan kita memang tidak bilang berambisi bahwa tahun ini atau tahun depan akan menjadi top three. HMD sendiri mengakui bahwa kita tuh bukan Nokia yang dulu. Sekarang kita kan startup, bukan corporate besar. Mungkin nafsu ada tapi harus diimbangi dengan resources,” ujarnya.

Soal persaingan terutama dari merek China, HMD Globel selaku pemegang lisensi Nokia memiliki strategi unik yang fokus pada keunggulan perangkat Nokia. Kata Miranda, Nokia kini cenderung menonjolkan kualitas produk ketimbang sembarangan merilis perangkat itu sendiri.

Baca juga:

Ini Jadwal Nokia Bagi-bagi Upgrade Android Pie

“Pendekatan Nokia itu berbeda. Kita lebih mengutamakan product quality dan craftmanship. Jadi tidak asal lihat oppurtunity kosong terus kasih produk,” tandasnya.

Sanmeet Singh Kocharr, Country Manager HMD Indonesia (Choiru Rizkia / Technologue.id)

Hal senada juga diungkapkan oleh Sanmeet Singh Kocharr, Country Manager HMD Indonesia, saat hadir di acara media gathering tersebut. Ia mengungkap, beberapa komitmen HMD Global melalui merek Nokia adalah mengutamakan integritas, kualitas, dan keamanan.

“Selain build quality yang kokoh, semua line up smartphone Nokia juga memiliki security update dan up-to-date operating system terbaru,” ucapnya.

Latest News

Kembali Dikenang, Friendster Jadi Trending Topik

Technologue.id, Jakarta - Media sosial Friendster kembali diperbincangkan netizen. Hingga berita ini dimuat, Selasa (26/1/2021), Friendster bertengger di jajaran trending topik Twitter.

Makin Menegangkan, Resident Evil Village Rilis 7 Mei 2021

Technologue.id, Jakarta - Resident Evil, yang dikenal di Jepang sebagai Biohazard, serial video game dan franchise media Jepang yang dibuat oleh Capcom....

Polisi Lacak Penculikan Wanita lewat Apple Watch-nya

Technologue.id, Jakarta - Kepolisian Texas, Amerika Serikat, sukses mengungkap kasus penculikan seorang wanita karena mengandalkan teknologi jam tangan pintar.

Review Samsung Galaxy A02s: Kelas Ekonomis dengan Tiga Kamera

Technologue.id, Jakarta - Smartphone kelas menengah yang berada di kisaran harga sekitar Rp2 juta kini semakin menawan. Bukan cuma dari sisi desain,...

Geber Pengembangan Teknologi, OnePlus – OPPO Gabungkan Tim R&D

Technologue.id, Jakarta - Dua produsen ponsel asal China, OnePlus dan OPPO dikabarkan akan menggabungkan divisi R&D (Research And Development) mereka.

Related Stories