Technologue.id, Jakarta – Belum lama ini Microsoft meluncurkan Program Bounty Xbox guna menemukan kerentanan keamanan di jaringan dan layanan Xbox Live. Program ini terbuka untuk umum baik gamer, peneliti keamanan siber, atau siapapun yang tertarik.

Dilansir dari The Verge pada Rabu (19/2/2020), Microsoft sudah menyediakan hadiah sebesar US$500 hingga US$ 20.000 (mulai dari Rp7 juta sampai Rp276 juta) bagi siapa saja yang mampu menemukan celah keamanan Xbox. Bahkan, Microsoft akan memberi imbalan lebih dari itu apabila kerentanan yang dilaporkan lebih berat.

Baca Juga:
Google Luncurkan Fitur Otak-atik Emoji

Microsoft mengharapkan laporan berkualitas tinggi dengan rincian kasus yanglengkap atau demonstrasi video, dan bukti konsep yang jelas. Adapun kerentanan yang dimaksud mencakup kode otorisasi yang tidak dikenal di server Microsoft, serangan DDoS, hingga phishing yang menyasar pengguna Xbox atau karyawan Microsoft.

Microsoft sendiri telah menjalankan program ini untuk sejumlah produknya selama bertahun-tahun. Bahkan, raksasa teknologi tersebut pernah menyediakan hadiah mencapai US$250.000 untuk bug keamanan Windows 10.

Baca Juga:
Google Rencanakan Bikin Pesaing Apple News+?

Selain itu, program ini juga pernah dibuka untuk Office Suite, browser Internet Explorer dan Edge, layanan cloud Microsoft, Hypervisor V-Hyper, dan open-Election Guard.

Program Bounty Xbox ini hadir tepat ketika Microsoft bersiap untuk meluncurkan konsol Xbox Series X dan layanan streaming game xCloud. Yang mana keduanya akan beroperasi di jaringan Xbox Live.